Renungan

Seri Rumah Tangga – Orang Baik Lebih Dibutuhkan daripada Orang Pintar

Pernahkan Anda mendengar seorang ‘bos’ pemilik suatu perusahaan atau direktur perusahaan atau HRD yang berkata bahwa “Sulit mencari orang yang jujur saat ini” dan banyak orang mencari orang yang jujur dan baik daripada yang pintar tetapi kelakuan tidak baik.

Tahukah Anda? Sebenarnya keluarga merupakan salah satu pendidikan terbaik untuk membentuk karakter anak-anak sehingga menjadi anak yang baik, benar, dan jujur.

Tak heran dikatakan: “Didiklah orang muda menurut jalan yang patut baginya, maka pada masa tuanya pun ia tidak akan menyimpang dari pada jalan itu.” (Amsal 22:6)

Bagaimana cara mendidiknya? Selain melalui firman Tuhan, maka sebagai orang tua harus memberikan teladan yang baik juga.

Mari kita perhatikan! Berapa banyak orang tua mengajarkan anak tidak berbohong tetapi saat ada orang datang bertamu atau telpon, maka anaknya disuruh berbohong. Dan itu salah satu yang membuat anak berpikir bahwa berbohong untuk beberapa hal tidak masalah ataupun anak kita akan berpikir bahwa orang tua saya hanya teori saja.

“Tetapi hendaklah kamu menjadi pelaku firman dan bukan hanya pendengar saja; sebab jika tidak demikian kamu menipu diri sendiri.”

Yakobus 1:22

Dan ke depannya akan sangat memalukan keluarga jika kita mendapati anak kita berbuat hal yang tidak baik dan benar di luar sana karena nama orang tua atau keluarga pun akan rusak.

Oleh karena itu, “Didiklah anakmu, maka ia akan memberikan ketenteraman kepadamu, dan mendatangkan sukacita kepadamu.” (Amsal  29:17)

“Kebahagiaan keluarga dan jemaat bergantung atas pengaruh rumah tangga itu. Kepentingan yang menarik tentang kekekalan tergantung atas pelaksanaan yang benar dari segala kewajiban di dunia ini.  Dunia tidak memerlukan orang pintar sebagaimana pentingnya orang-orang baik yang menjadi berkat di dalam rumah tangga mereka.” 

Testimonies for the Church Vol. 4, 522

Selamat pagi dan Tuhan memberkati.

Grow

Recent Posts

Perenungan Kisah Para Rasul 28 (Bagian 5) – Jadilah Berkat di Mana Pun Tuhan Menempatkanmu

Selama tiga hari pertama di Pulau Malta, Paulus dan rombongannya diterima dengan ramah oleh Publius,…

32 minutes ago

Perenungan Kisah Para Rasul 28 (Bagian 4) – Jangan Hidup Berdasarkan Penilaian Manusia

Ketika ular berbisa menggigit tangan Paulus, penduduk Malta segera mengambil kesimpulan. Mereka berkata: "Orang ini…

1 day ago

Perenungan Kisah Para Rasul 28 (Bagian 3) – Jangan Membiarkan Racun Tetap Melekat

Ketika ular berbisa menggigit tangan Paulus, semua orang yang melihatnya langsung menyimpulkan bahwa ia pasti…

2 days ago

Perenungan Kisah Para Rasul 28 (Bagian 2) – Tetap Melayani di Tengah Tantangan

Setelah tiba di Pulau Malta, Paulus bukan hanya berdiam diri menikmati kehangatan api yang telah…

3 days ago

Perenungan Kisah Para Rasul 28 (Bagian 1) – Kasih yang Dinyatakan Melalui Orang yang Tidak Kita Duga

Setelah selamat dari badai yang dahsyat, Paulus dan seluruh penumpang kapal akhirnya tiba di sebuah…

4 days ago

Perenungan Kisah Para Rasul 27 (Bagian 8) – Tuhan Setia Menepati Janji-Nya

Setelah berhari-hari diterpa badai, akhirnya kapal itu mendekati daratan. Para awak kapal berusaha mengarahkan kapal…

5 days ago