Renungan

Seri Misteri Kehidupan dan Kematian (Bagian 4) – Orang Tua Berjubah Bangkit

Siapa yang masih ingat cerita Saul yang pergi ke pemanggil arwah di En-dor?

Kita akan melanjutkan cerita dengan membaca kisahnya di dalam 1 Samuel 28:13-14.

“Maka berbicaralah raja kepadanya: ’Janganlah takut; tetapi apakah yang kaulihat?’ Perempuan itu menjawab Saul: ‘Aku melihat sesuatu yang ilahi muncul dari dalam bumi.’ Kemudian bertanyalah ia kepada perempuan itu: ‘Bagaimana rupanya?’ Jawabnya: ‘Ada seorang tua muncul, berselubungkan jubah.’ Maka tahulah Saul, bahwa itulah Samuel, lalu berlututlah ia dengan mukanya sampai ke tanah dan sujud menyembah.” 

Ternyata Saul bertemu dengan seorang tua yang memakai jubah dan Saul berkata bahwa itu Samuel? Benarkah itu Samuel?

Apakah itu Samuel yang bangkit? Tentu saja bukan nabi Samuel. Nabi Samuel saat itu sudah mati dan tidak tahu apa-apa sampai Yesus datang menjemput umat-Nya. Jadi, tidak mungkin roh nabi Samuel datang kepada Saul yang masih hidup. Mengapa?

Karena Alkitab menjelaskan, “dan debu kembali menjadi tanah seperti semula dan roh kembali kepada Allah yang mengaruniakannya.” (Pengkhotbah 12:7)

Jadi tidak mungkin itu roh Samuel, karena semuanya kembali kepada Allah. Jadi, kira-kira siapa ya orang tua yang berjubah itu?

Orang tua berjubah itu tentu saja setan. Lho? Kok bisa itu setan? Ya! Tentu saja bisa karena setan bisa menyamar seperti nabi Samuel. Apakah itu benar terjadi?

Mari kita baca Alkitab kita. Di dalam 2 Korintus 11:14 dituliskan bahwa, “Hal itu tidak usah mengherankan, sebab Iblis pun menyamar sebagai malaikat Terang.”

Jadi jika Iblis bisa menyamar menjadi malaikat terang, apalagi nabi Samuel.

Dari sini kita belajar agar tidak seperti Saul yang memanggil arwah Samuel. Mengapa? Karena dengan memanggil arwah orang yang sudah meninggal, artinya kita tidak percaya dengan firman Tuhan.

Alkitab menasihati kita di dalam Imamat 19:31, “Janganlah kamu berpaling kepada arwah atau kepada roh-roh peramal; janganlah kamu mencari mereka dan dengan demikian menjadi najis karena mereka; Akulah TUHAN, Allahmu.”

Tuhan mengatakan, bahwa jangan sampai kita berpaling atau percaya kepada roh orang mati yang berbicara.

Jadi pelajaran untuk kita, jangan percaya terhadap roh orang mati sekalipun itu menyerupai orang yang kita kenal atau orang baik sekalipun, karena Tuhan berkata itu adalah pekerjaan setan.

Selamat pagi dan Tuhan memberkati.

Grow

Recent Posts

Perenungan Kisah Para Rasul 23 (Bagian 4) – Kuatkan Hatimu

Setelah perdebatan yang sengit di Mahkamah Agama, keadaan Paulus masih jauh dari aman. Ia ditolak…

20 hours ago

Perenungan Kisah Para Rasul 23 (Bagian 3) – Pengharapan Kebangkitan

Sebelum melanjutkan pembahasan kisah ini, kita sedikit membahas mengenai kebangkitan. “Sebab orang-orang Saduki mengatakan, bahwa…

2 days ago

Perenungan Kisah Para Rasul 23 (Bagian 2) – Hikmat di Tengah Tekanan

Setelah dihadapkan kepada Mahkamah Agama, Paulus mendapati dirinya berada di tengah situasi yang sangat sulit.…

3 days ago

Perenungan Kisah Para Rasul 23 (Bagian 1) – Hati Nurani yang Bersih

Setelah ditangkap di Yerusalem, Paulus akhirnya dihadapkan kepada Mahkamah Agama Yahudi untuk memberikan pembelaan atas…

4 days ago

Perenungan Kisah Para Rasul 22 (Bagian 6) – Menggunakan Hak dengan Bijaksana

Setelah orang banyak menolak kesaksian Paulus, kepala pasukan Romawi memerintahkan agar Paulus diperiksa dengan cambuk…

5 days ago

Perenungan Kisah Para Rasul 22 (Bagian 5) – Tetap Setia Meski Ditolak

Ketika Paulus menceritakan bagaimana Tuhan memanggil dan mengutusnya kepada bangsa-bangsa lain, reaksi orang banyak berubah…

6 days ago