Renungan

Seri Misteri Kehidupan dan Kematian (Bagian 3) – Pemanggil Arwah

Kita sudah pernah belajar bahwa orang mati tentu tidak bisa berjalan, bukan? Lalu bagaimana dengan orang yang memanggil arwah orang yang sudah mati? 

Sebelum kita menjawab pertanyaan itu, mungkin kita harus tahu apa itu pemanggil arwah. 

Pemanggil arwah adalah orang yang masih hidup tetapi memanggil jiwa atau roh orang yang sudah meninggal. Apakah itu benar terjadi? 

Mari kita lihat cerita di dalam 1 Samuel Pasal 28 dengan judul Saul di En-Dor

Samuel adalah nabi yang mengurapi Saul menjadi raja. Singkat cerita, Samuel mati dan saat itu, Saul dan orang Israel mau berperang melawan Filistin tetapi Saul takut sehingga ia bertanya kepada Tuhan. Tetapi karena Saul sudah tidak menurut lagi pada Tuhan, Tuhan tidak menjawab Saul. 

Mari kita baca ayatnya, “Ketika Saul melihat tentara Filistin itu, maka takutlah ia dan hatinya sangat gemetar. Dan Saul bertanya kepada TUHAN, tetapi TUHAN tidak menjawab dia, baik dengan mimpi, baik dengan Urim, baik dengan perantaraan para nabi.” (1 Samuel 28:5-6) 

Jadi, karena Tuhan tidak menjawab Saul, maka berkatalah Saul kepada para pegawainya: “’Carilah bagiku seorang perempuan yang sanggup memanggil arwah; maka aku hendak pergi kepadanya dan meminta petunjuk kepadanya.’ Para pegawainya menjawab dia: ‘Di En-Dor ada seorang perempuan yang sanggup memanggil arwah.’” (1 Samuel 28:7) 

Akhirnya Saul pergi ke pemanggil arwah yang ada di En-Dor dan meminta untuk bisa bertemu dengan Samuel. 

Sekarang, mari kita lihat apa yang dikatakan Alkitab mengenai pemanggil arwah. 

Alkitab berkata, “seorang pemantera, ataupun seorang yang bertanya kepada arwah atau kepada roh peramal atau yang meminta petunjuk kepada orang-orang mati. Sebab setiap orang yang melakukan hal-hal ini adalah kekejian bagi TUHAN, dan oleh karena kekejian-kekejian inilah TUHAN, Allahmu, menghalau mereka dari hadapanmu.” (Ulangan 18:11-12) 

Jadi, jelas sekali bahwa tindakan memanggil arwah itu sangat dibenci oleh Tuhan. 

Jadi, apa yang kita bisa pelajari hari ini? 

Hari ini kita belajar bahwa tindakan Saul untuk pergi dan percaya kepada pemanggil arwah itu tidak disukai oleh Tuhan. Oleh karena itu janganlah kita juga percaya kepada roh orang mati. Karena kita telah belajar bahwa orang mati tidak tahu apa-apa, dan itu semuanya adalah pekerjaan setan yang membuat kita percaya kepada roh orang mati. 

Ingatlah! “Karena orang-orang yang hidup tahu bahwa mereka akan mati, tetapi orang yang mati tak tahu apa-apa, tak ada upah lagi bagi mereka, bahkan kenangan kepada mereka sudah lenyap.” (Pengkhotbah 9:5) 

Selamat Pagi dan Tuhan memberkati.

Grow

Recent Posts

Perenungan Kisah Para Rasul 6 (Bagian 2) – Stefanus

Kemarin kita telah melihat bagaimana tujuh orang dipilih untuk melayani. Dari antara mereka, Alkitab secara…

18 hours ago

Perenungan Kisah Para Rasul 6 (Bagian 1) – Tujuh Orang Dipilih

Pertumbuhan jemaat tidak selalu berjalan mulus—sering kali justru membawa tantangan. Dan sering kali, masalah terbesar…

2 days ago

Perenungan Kisah Para Rasul 5 – Kepura-puraan

Apakah mungkin seseorang terlihat rohani di luar, tetapi sebenarnya tidak jujur di hadapan Tuhan? Pasal…

3 days ago

Perenungan Kisah Para Rasul 4 – Tidak Pernah bisa Dibungkam

“Di segala zaman, saksi-saksi yang ditunjuk Allah telah membiarkan diri mereka dicela dan dianiaya demi…

4 days ago

Perenungan Kisah Para Rasul 3 – Kuasa di Dalam Nama Yesus

“Dan karena kepercayaan dalam Nama Yesus, maka Nama itu telah menguatkan orang yang kamu lihat…

7 days ago

Perenungan Kisah Para Rasul 2 – Ketika Roh Allah Menguasai Hati

Pada hari Pentakosta, sesuatu yang luar biasa terjadi. Murid-murid yang sebelumnya takut, ragu, dan bersembunyi—tiba-tiba…

1 week ago