Renungan

Seri Misteri Kehidupan dan Kematian (Bagian 1) – Ada Orang Mati yang Bisa Berjalan

Biasanya orang akan merasa takut kalau berjalan melewati kuburan, bukan? Terkadang orang membayangkan akan ada sosok baju putih yang berjalan-jalan di sekitar kuburan.

Pertanyaannya, “Benarkah ada orang yang mati bisa berjalan?”

Tentu saja tidak!

Lalu mengapa banyak yang menceritakan hal-hal yang menyeramkan? Apakah itu sesuai dengan Firman Tuhan?

Tentu saja itu tidak sesuai dengan Firman Tuhan. Itu adalah pekerjaan setan.

Nah, mungkin kita bertanya, Siapa itu setan?

Setan dulunya adalah seorang malaikat yang sempurna bernama Lucifer (arti namanya adalah pembawa terang), namun karena ia sombong, iri hati, dan tidak mau menuruti Allah, maka ia dibuang dari Surga (Yesaya 14:14).

Apakah setan dibuang sendirian? Tidak! Ia dibuang bersama teman-temannya yang sama-sama tidak mau menuruti Allah.

Berapa banyak teman-teman setan yang ikut dibuang?

Jumlahnya adalah 1/3 malaikat di surga karena mereka memilih untuk bersama Setan (Wahyu 12:4).

Sejak saat itulah setan sangat suka menggoda umat Tuhan untuk melawan perintah-perintah Tuhan.

Lalu darimana ada kepercayaan bahwa orang mati bisa berjalan?

Semua itu tentu saja dari setan karena ia sangat suka menipu dan juga menakut-nakuti manusia. Itulah sebabnya ada cerita-cerita seram atau cerita hantu.

Jadi, apakah ada barang yang bisa bergerak sendiri? Tidak! Kecuali barang yang menggunakan baterai atau alat elektrik lainnya.

Lalu apakah ada orang mati yang bisa berjalan atau mungkin ada yang berkata melihat hantu yang berdarah dan sebagainya? Tentu saja tidak! Karena itu semua adalah pekerjaan setan.

Ingat ya adik-adik, kalau kita takut pada hantu atau setan, berarti kita tidak takut kepada Tuhan.

Ingatlah firman Tuhan yang memberikan kita nasihat, “Karena itu tunduklah kepada Allah, dan lawanlah Iblis, maka ia akan lari dari padamu!” (Yakobus 4:7)

Oleh karena itu kita tidak boleh takut dan kita harus percaya pada Tuhan dan berdoa.

Selamat Pagi dan Tuhan memberkati.

Grow

Recent Posts

Perenungan Kisah Para Rasul 28 (Bagian 8) – Injil Tidak Dapat Dipenjarakan

Kitab Kisah Para Rasul ditutup dengan sebuah pemandangan yang sederhana, tetapi penuh makna. Paulus memang…

13 hours ago

Perenungan Kisah Para Rasul 28 (Bagian 7) – Tetap Setia Menyampaikan Kebenaran

Sesampainya di Roma, Paulus tidak membuang waktu. Meskipun masih berstatus sebagai tahanan rumah, ia segera…

2 days ago

Perenungan Kisah Para Rasul 28 (Bagian 6) – Tuhan Tidak Pernah Lupa Janji-Nya

Setelah tinggal selama tiga bulan di Pulau Malta, Paulus dan rombongannya kembali melanjutkan perjalanan menuju…

3 days ago

Perenungan Kisah Para Rasul 28 (Bagian 5) – Jadilah Berkat di Mana Pun Tuhan Menempatkanmu

Selama tiga hari pertama di Pulau Malta, Paulus dan rombongannya diterima dengan ramah oleh Publius,…

4 days ago

Perenungan Kisah Para Rasul 28 (Bagian 4) – Jangan Hidup Berdasarkan Penilaian Manusia

Ketika ular berbisa menggigit tangan Paulus, penduduk Malta segera mengambil kesimpulan. Mereka berkata: "Orang ini…

5 days ago

Perenungan Kisah Para Rasul 28 (Bagian 3) – Jangan Membiarkan Racun Tetap Melekat

Ketika ular berbisa menggigit tangan Paulus, semua orang yang melihatnya langsung menyimpulkan bahwa ia pasti…

6 days ago