Renungan

Seri Gembala (Bagian 3) – Suara yang Terlihat Benar

Kemarin kita belajar bagaimana mengenal suara Tuhan. Tapi…

Ada satu kisah di Alkitab mengenai Abraham saat Allah berfirman agar ia mempersembahkan anak-Nya, Ishak yang dia idam-idamkan itu, yang ia telah tunggu lama. (Kejadian 22:1-2)

Bagi Abraham, itu adalah suatu hal yang mustahil dan mengerikan. Dan saat itu “Setan ada di samping untuk membisikkan kepadanya bahwa ia pasti tertipu, karena hukum Allah perintahkan ‘jangan membunuh,’ dan Allah tidak akan menuntut sesuatu hal yang dilarangnya.” (Sejarah Para Nabi 167.4)

Dalam keragu-raguannya, Abraham berdoa. Dan pada akhirnya, Abraham tetap melakukan apa yang Allah perintahkan padanya.

Ini salah satu kisah dimana kita belajar bahwa suara Setan itu seringkali “terlihat” benar.

Jadi jika kita tidak benar-benar mengenal suara-Nya dan hanya menggunakan logika kita, kita akan jatuh ke dalam perangkap Setan.

Karena secara logika, itu sangat masuk akal apa yang dikatakan Setan, tapi Abraham beriman dan tetap mempersembahkan Ishak “Karena ia berpikir, bahwa Allah berkuasa membangkitkan orang-orang sekalipun dari antara orang mati…” (Ibrani 11:19)

Hari ini kita belajar untuk tidak menggunakan pikiran kita sendiri, tapi biarlah kita memiliki hubungan yang intim dengan Allah.

Biarlah setiap keputusan dan langkah yang akan kita ambil hari ini, semuanya sesuai dengan tuntunan-Nya.

Selamat pagi dan Tuhan memberkati.

Grow

Recent Posts

Perenungan Kisah Para Rasul 28 (Bagian 7) – Tetap Setia Menyampaikan Kebenaran

Sesampainya di Roma, Paulus tidak membuang waktu. Meskipun masih berstatus sebagai tahanan rumah, ia segera…

16 hours ago

Perenungan Kisah Para Rasul 28 (Bagian 6) – Tuhan Tidak Pernah Lupa Janji-Nya

Setelah tinggal selama tiga bulan di Pulau Malta, Paulus dan rombongannya kembali melanjutkan perjalanan menuju…

2 days ago

Perenungan Kisah Para Rasul 28 (Bagian 5) – Jadilah Berkat di Mana Pun Tuhan Menempatkanmu

Selama tiga hari pertama di Pulau Malta, Paulus dan rombongannya diterima dengan ramah oleh Publius,…

3 days ago

Perenungan Kisah Para Rasul 28 (Bagian 4) – Jangan Hidup Berdasarkan Penilaian Manusia

Ketika ular berbisa menggigit tangan Paulus, penduduk Malta segera mengambil kesimpulan. Mereka berkata: "Orang ini…

4 days ago

Perenungan Kisah Para Rasul 28 (Bagian 3) – Jangan Membiarkan Racun Tetap Melekat

Ketika ular berbisa menggigit tangan Paulus, semua orang yang melihatnya langsung menyimpulkan bahwa ia pasti…

5 days ago

Perenungan Kisah Para Rasul 28 (Bagian 2) – Tetap Melayani di Tengah Tantangan

Setelah tiba di Pulau Malta, Paulus bukan hanya berdiam diri menikmati kehangatan api yang telah…

6 days ago