Renungan

Sedia Payung Sebelum Hujan – Part 2

Melanjutkan kisah Raja Asa dan bangsa Yehuda, karena kesetiaan dan kesungguh-sungguhan mereka untuk mencari Tuhan, mereka berada di dalam perlindungan Tuhan. Keamanan dan kedamaian di Yehuda sangat terasa. Apa hal berikutnya yang dilakukan Asa bagi bangsanya?

Kedua, “karena negeri itu aman dan tidak ada yang memeranginya di tahun-tahun itu, ia dapat membangun kota-kota benteng di Yehuda … memperkuat kota-kota ini dan mengelilinginya dengan tembok beserta menara-menaranya, pintu-pintunya dan palang-palangnya” (2 Tawarikh 14:6-7). Dan pembangunan itupun diselesaikan dengan sebuah keberhasilan.

Ketiga, dipersiapkanlah sebuah pasukan dari para pahlawan yang gagah perkasa yang terdiri dari “Yehuda [yang] jumlahnya tiga ratus ribu orang yang membawa perisai besar dan tombak, dan yang dari Benyamin jumlahnya dua ratus delapan puluh ribu orang yang membawa perisai kecil, sebagai pemanah” (ayat 8).

Di saat Yehuda sedang dalam keadaan yang aman, sebenarnya Raja Asa dapat memilih untuk melakukan apa yang menghibur dan memberikan dirinya kesenangan duniawi. Tetapi gantinya ia melakukan itu semua, ia mempersiapkan kerohanian rakyatnya, membangun infrastruktur negaranya, dan mempersiapkan pasukannya.

Kemudian, datanglah “Zerah, orang Etiopia itu, maju berperang melawan mereka dengan tentara sebanyak sejuta orang dan tiga ratus kereta” (ayat 9). Jumlah ini adalah hampir dua kali lipat dari total pasukan Yehuda. Tetapi mereka tetap maju menghadapi dan berperang.

Di satu sisi, Asa bisa saja berpikir bahwa ia dan bangsanya siap melawan pasukan itu. Walaupun tentaranya lebih sedikit, tetapi ia sudah persiapkan. Dan bukan hanya pasukannya, negaranya telah diperkuat dengan tembok, menara, pintu, dan palang.

Namun, ingatkah renungan kita kemarin? Raja Asa sangat mengutamakan Tuhan dalam segala hal.

Dalam hal ini, walaupun Asa terlihat cukup dalam persiapannya, ia tetap berseru dan meminta Tuhan yang memimpin mereka dalam peperangan itu.

Bagaimana selanjutnya? Ada di renungan besok!

Selamat pagi dan Tuhan memberkati.

Grow

Recent Posts

Perenungan Roma 6 (Bagian 5) – Jangan Biarkan Dosa Berkuasa

“Sebab itu hendaklah dosa jangan berkuasa lagi di dalam tubuhmu yang fana, supaya kamu jangan…

19 hours ago

Perenungan Roma 6 (Bagian 4) – Hidup bagi Allah dalam Kristus

“Sebab kematian-Nya adalah kematian terhadap dosa, satu kali dan untuk selama-lamanya, dan kehidupan-Nya adalah kehidupan…

2 days ago

Perenungan Roma 6 (Bagian 3) – Manusia Lama Sudah Disalibkan

“Karena kita tahu, bahwa manusia lama kita telah turut disalibkan, supaya tubuh dosa kita hilang…

3 days ago

Perenungan Roma 6 (Bagian 2) – Dikuburkan dan Dibangkitkan Bersama Kristus

“Dengan demikian kita telah dikuburkan bersama-sama dengan Dia oleh baptisan dalam kematian, supaya, sama seperti…

4 days ago

Perenungan Roma 6 (Bagian 1) – Mati terhadap Dosa

“Jika demikian, apakah yang hendak kita katakan? Bolehkah kita bertekun dalam dosa, supaya semakin bertambah…

5 days ago

Perenungan Roma 5 (Bagian 16) – Kasih Karunia Membawa kepada Hidup

“Supaya, sama seperti dosa berkuasa dalam alam maut, demikian kasih karunia akan berkuasa oleh kebenaran…

6 days ago