Renungan

Sedia Payung Sebelum Hujan – Part 1

Pasti kita sering dengar peribahasa “sedia payung sebelum hujan,” yang berarti melakukan persiapan sebelum masalah atau bencana tiba. Tidak ada satupun dari kita yang mengharapkan sebuah masalah atau bencana. Pada saat yang sama, tidak ada satupun dari kita yang mengetahui apa yang akan terjadi hari esok. Karena itu, antisipasi itu perlu dilakukan.

Contohnya, bagi kita yang pernah duduk di barisan emergency exit di pesawat udara, sebelum lepas landas pasti ada pramugara/i yang datang dan bertanya apakah kita mau membantu jika pesawat mengalami keadaan darurat. Jika ya, kita akan diminta untuk membaca dan mempelajari kartu petunjuk keselamatan.

Hal ini tidak dilakukan pada waktu pesawat ada di dalam keadaan darurat, tetapi jauh sebelumnya, bahkan saat keadaan terlihat sangat aman. Sehingga, saat keadaan darurat kita sudah siap untuk melakukan apa yang perlu dilakukan.

Hal ini juga sangat dimengerti oleh Raja Asa, raja Yehuda. Ia adalah seorang yang takut akan Tuhan. Walaupun Israel yang bagian utara, mulai dari Yerobeam, Nadab, dan generasi selanjutnya membawa Israel kepada kemurtadan yang sangat besar, Raja Asa tidak terpengaruh akan hal-hal itu.

Ia melakukan apa yang baik dan benar di mata Tuhan. Dan di awal pemerintahannya itu, ia melakukan 3 hal yang sangat luar biasa bagi bangsanya.

Pertama, “ia menjauhkan mezbah-mezbah asing dan bukit-bukit pengorbanan, memecahkan tugu-tugu berhala, dan menghancurkan tiang-tiang berhala. Ia memerintahkan orang Yehuda supaya mereka mencari TUHAN, Allah nenek moyang mereka, dan mematuhi hukum dan perintah” (2 Tawarikh 14:3-5). Dan karena itu, Tuhan mengaruniakan keamanan kepadanya dan seluruh bangsa Yehuda.

Bagaimana dengan yang kedua dan ketiga? Kita akan lanjutkan di renungan pagi besok.

Namun satu hal yang dapat kita pelajari, kesuksesan dan keberhasilan seseorang atau sebuah bangsa tidak lepas dari kerohanian setiap individu yang dengan setia selalu mencari Tuhan.

Selamat pagi dan Tuhan memberkati.

Grow

Recent Posts

Perenungan Roma 1 (Bagian 4) – Menukar Kebenaran dengan Kebohongan

Setelah menjelaskan bagaimana manusia menolak Allah, Paulus menunjukkan akibat yang terjadi ketika manusia memilih untuk…

11 hours ago

Perenungan Roma 1 (Bagian 3) – Ketika Manusia Menolak Allah

Paulus kemudian membawa kita kepada sebuah kenyataan yang serius. “Sebab murka Allah nyata dari sorga…

1 day ago

Perenungan Roma 1 (Bagian 2) – Tidak Malu terhadap Injil

Paulus melanjutkan suratnya kepada jemaat di Roma dengan mengungkapkan kerinduannya untuk mengunjungi mereka. Ia berkata,…

2 days ago

Perenungan Roma 1 (Bagian 1) – Siapa Kita?

Paulus membuka suratnya kepada jemaat di Roma dengan memperkenalkan dirinya sebagai “… hamba Kristus Yesus,…

3 days ago

Perenungan Titus 3 (Bagian 7) – Berbuahlah

Pada bagian sebelumnya, kita diingatkan untuk tidak menghabiskan waktu dalam pertengkaran dan perdebatan yang sia-sia.…

4 days ago

Perenungan Titus 3 (Bagian 6) – Perdebatan

“Tetapi hindarilah persoalan yang dicari-cari dan yang bodoh, persoalan silsilah, percekcokan serta pertengkaran tentang hukum…

5 days ago