Renungan

Sebuah Kabar Baik

Apakah kamu tahu bahwa selama pelayanan Yesus di dunia ini, Matius mencatat bahwa, “Yesus pun berkeliling di seluruh Galilea; Ia mengajar dalam rumah-rumah ibadat dan memberitakan Injil Kerajaan Allah serta melenyapkan segala penyakit dan kelemahan di antara bangsa itu.” (Matius 4:23)

Kira-kira menurut kalian apa saja yang diajarkan Yesus? Ada banyak hal yang Yesus ajarkan, tetapi hari ini kita akan membahas Matius 5:3 dimana Yesus sendiri berkata, “Berbahagialah orang yang miskin di hadapan Allah, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga.” (Matius 5:3)

Apakah kalian tahu? Kata-kata ini terdengar sebagai sesuatu yang agak aneh dan baru. Mengapa? Karena mereka belum pernah mendengar pengajaran ini dari para imam atau guru mereka.

Apa arti dari miskin yang dimaksudkan oleh Yesus?

Di dalam buku God’s Amazing Grace page 9 par. 3 dikatakan bahwa “Dalam rombongan yang mengelilingi Yesus, ada orang-orang yang merasa miskin rohani . . . . banyak jiwa-jiwa di hadapan hadirat-Nya yang suci merasa bahwa mereka ‘melarat dan malang, miskin, buta, dan telanjang’ (Wahyu 3:17) dan mereka merindukan ‘kasih karunia Allah yang menyelamatkan.’ (Titus 2:11).”

Jadi miskin yang dimaksudkan Yesus disini adalah orang yang miskin dalam rohani. Bagi orang yang miskin rohani, Yesus berkata, “merekalah yang empunya kerajaan Allah.”

Apakah dengan kita miskin rohani kita akan memiliki kerajaan?

Kerajaan ini bukanlah seperti yang diharapkan para pendengar Yesus yaitu suatu kerajaan duniawi yang bersifat sementara, tetapi kerajaan yang Yesus nyatakan adalah kerajaan rohani dari kasih karunia-Nya dan kebenaran-Nya.

Jadi apa kabar baiknya bagi kita semua?

“Semua orang yang merasa sangat miskin dan mengakui bahwa tidak ada suatu kebaikan di dalam dirinya, bisa memperoleh kebenaran dan kekuatan oleh memandang kepada Yesus” (God’s Amazing Grace 9.5) dan Kerajaan-Nya hanya akan diberikan kepada mereka yang miskin rohani, yang lemah lembut, dan yang teraniaya oleh karena kebenaran

Selamat pagi dan Tuhan memberkati.

Grow

Recent Posts

Perenungan Kisah Para Rasul 18 (Bagian 3) – Ketika Tuhan Menggagalkan Rencana Manusia

Ketika pelayanan Paulus di Korintus semakin berkembang, orang-orang Yahudi yang menolak Injil mulai melawan Paulus.…

1 day ago

Perenungan Kisah Para Rasul 18 (Bagian 2) – Jangan Diam

Di Korintus, pelayanan Paulus tidak selalu berjalan mudah. Ketika ia memberitakan Injil, sebagian orang mulai…

2 days ago

Perenungan Kisah Para Rasul 18 (Bagian 1) – Menjadi Saksi

Setelah meninggalkan Atena, Paulus tiba di Korintus. Di sana ia bertemu dengan sepasang suami istri,…

3 days ago

Perenungan Kisah Para Rasul 17 (Bagian 4) – Tetap Setia Menyampaikan Kebenaran

Setelah Paulus menjelaskan tentang Allah yang benar di Atena, ia mulai berbicara tentang pertobatan dan…

4 days ago

Perenungan Kisah Para Rasul 17 (Bagian 3) – Religius Belum Tentu Mengenal Tuhan

Setelah meninggalkan Berea, Paulus tiba di Atena, sebuah kota yang penuh dengan filsafat, budaya, dan…

5 days ago

Perenungan Kisah Para Rasul 17 (Bagian 2) – Kebenaran Tidak Dapat Dihentikan

Setelah banyak orang di Berea menerima firman Tuhan, kabar itu sampai kepada orang-orang Yahudi di…

6 days ago