Renungan Kitab Yesaya

Perenungan Yesaya 4 – Tempat Perlindungan Kita

Ketika kita dilanda kesusahan dan tidak ada tempat yang mau menerima kita, ingatlah ada Tuhan yang akan menjadi tempat bernaung kita. Ia adalah pelindung kita seperti yang dicatatkan di dalam kitab Yesaya.

Pena inspirasi menjelaskan demikian:

“Tuhan sendiri adalah Batu Karang Segala Zaman, tempat berlindung bagi umat-Nya, tempat bersembunyi dari badai, tempat berteduh dari panas terik. Dia telah memberi kita janji-janji-Nya, yang lebih teguh dan tak tergoyahkan dari pada tempat bebatuan yang tinggi, bukit-bukit yang kekal. Gunung-gunung akan lenyap, dan bukit-bukit akan disingkirkan; tetapi kebaikan-Nya tidak akan hilang, dan perjanjian damai-Nya tidak akan diambil dari mereka yang dengan iman percaya kepada-Nya. Jika kita mau memohon pertolongan Allah dengan teguh seperti gunung-gunung yang berbatu dan tandus ini yang mengarah ke langit di atasnya, kita tidak akan pernah tergoyahkan dari iman kita kepada-Nya dan kesetiaan kita pada hukum suci-Nya.”

Our High Calling 251.4

Ingatlah bahwa Tuhan adalah Batu Karang itu, Ia adalah tempat untuk berlindung dari badai, dan segala janji-janji-Nya pasti ditepati.

Maukah kita menjadikan Tuhan sebagai tempat perlindungan pertama kita?

Selamat pagi dan Tuhan memberkati kita semua. Amin

Grow

Recent Posts

Perenungan Kisah Para Rasul 28 (Bagian 7) – Tetap Setia Menyampaikan Kebenaran

Sesampainya di Roma, Paulus tidak membuang waktu. Meskipun masih berstatus sebagai tahanan rumah, ia segera…

14 hours ago

Perenungan Kisah Para Rasul 28 (Bagian 6) – Tuhan Tidak Pernah Lupa Janji-Nya

Setelah tinggal selama tiga bulan di Pulau Malta, Paulus dan rombongannya kembali melanjutkan perjalanan menuju…

2 days ago

Perenungan Kisah Para Rasul 28 (Bagian 5) – Jadilah Berkat di Mana Pun Tuhan Menempatkanmu

Selama tiga hari pertama di Pulau Malta, Paulus dan rombongannya diterima dengan ramah oleh Publius,…

3 days ago

Perenungan Kisah Para Rasul 28 (Bagian 4) – Jangan Hidup Berdasarkan Penilaian Manusia

Ketika ular berbisa menggigit tangan Paulus, penduduk Malta segera mengambil kesimpulan. Mereka berkata: "Orang ini…

4 days ago

Perenungan Kisah Para Rasul 28 (Bagian 3) – Jangan Membiarkan Racun Tetap Melekat

Ketika ular berbisa menggigit tangan Paulus, semua orang yang melihatnya langsung menyimpulkan bahwa ia pasti…

5 days ago

Perenungan Kisah Para Rasul 28 (Bagian 2) – Tetap Melayani di Tengah Tantangan

Setelah tiba di Pulau Malta, Paulus bukan hanya berdiam diri menikmati kehangatan api yang telah…

6 days ago