Renungan Kitab Yesaya

Perenungan Yesaya 34 – Orang Benar Terluput

Murka seperti apa? Mari kita baca penjelasan dari pena inspirasi mengenai ayat tersebut.

“’Sebab setiap sepatu tentara yang berderap-derap dan setiap jubah yang berlumuran darah akan menjadi umpan api.’ ‘Sebab Tuhan murka atas segala bangsa dan hatinya panas atas segenap tentara mereka, la telah mengkhususkan mereka untuk ditumpas dan menyerahkan mereka untuk di-bantai.’ ‘Ia menghujani orang-orang fasik dengan arang berapi dan belerang, angin yang menghanguskan itulah isi piala mereka.’ (Yesaya 9:4; 34:2; Mazmur 11:6). Api turun dari Allah dari surga. Dunia ini terbelah. Senjata-senjata yang tersembunyi di dalamnya diangkat ke luar. Nyala api yang menghanguskan keluar dari setiap jurang yang menganga. Batu-batu terbakar. Bahwa sesungguhnya hari itu datang, menyala seperti perapian. Unsur-unsur dunia akan hancur meleleh karena panas yang luar biasa, dunia dan pekerjaan-pekerjaan yang ada di dalamnya semuanya terbakar. (Maleakhi 4:1; 2 Petrus 3:10) Permukaan bumi bagaikan gumpalan yang meleleh—danau api yang besar. Itulah waktunya pehukuman dan kemusnahan orang-orang fasik,—’sebab Tuhan mendatangkan hari pembalasan dan tahun pengganjaran karena perkara Sion.’ Yesaya 34:8.”

The Great Controversy 672.2

“Orang fasik menerima ganjarannya di dunia ini (Amsal 11:31). Mereka ‘menjadi seperti jerami dan akan terbakar oleh hari yang akan datang itu, firman Tuhan semesta alam.’ (Maleakhi 4:1). Sebagian dibinasakan dalam waktu seketika, sementara yang lain menderita beberapa hari. Semuanya dihukum ‘menurut perbuatan mereka.’”

The Great Controversy 673.1

Apa yang terjadi kepada bumi saat itu sangatlah mengerikan. Tetapi apakah itu juga berlaku kepada orang benar?

“Sementara bumi dibungkus oleh api kebinasaan, orang-orang benar tinggal di dalam kota suci itu dengan aman. Kematian yang kedua tidak berkuasa ke atas mereka yang bangkit pada kebangkitan yang pertama. Sementara kepada orang fasik Allah itu adalah api yang menghanguskan, kepada umatNya Ia adalah matahari dan perisai. Wahyu 20:6; Mazmur 84:12.”

The Great Controversy 673.3

Oleh karena itu, marilah kita menjadi orang benar karena hanya orang benar yang terluput dari semuanya itu. Kiranya kita boleh tetap setia kepada Tuhan sampai akhir.

Selamat pagi dan Tuhan memberkati kita semua. Amin

Grow

Recent Posts

Perenungan Kisah Para Rasul 28 (Bagian 8) – Injil Tidak Dapat Dipenjarakan

Kitab Kisah Para Rasul ditutup dengan sebuah pemandangan yang sederhana, tetapi penuh makna. Paulus memang…

8 hours ago

Perenungan Kisah Para Rasul 28 (Bagian 7) – Tetap Setia Menyampaikan Kebenaran

Sesampainya di Roma, Paulus tidak membuang waktu. Meskipun masih berstatus sebagai tahanan rumah, ia segera…

1 day ago

Perenungan Kisah Para Rasul 28 (Bagian 6) – Tuhan Tidak Pernah Lupa Janji-Nya

Setelah tinggal selama tiga bulan di Pulau Malta, Paulus dan rombongannya kembali melanjutkan perjalanan menuju…

2 days ago

Perenungan Kisah Para Rasul 28 (Bagian 5) – Jadilah Berkat di Mana Pun Tuhan Menempatkanmu

Selama tiga hari pertama di Pulau Malta, Paulus dan rombongannya diterima dengan ramah oleh Publius,…

3 days ago

Perenungan Kisah Para Rasul 28 (Bagian 4) – Jangan Hidup Berdasarkan Penilaian Manusia

Ketika ular berbisa menggigit tangan Paulus, penduduk Malta segera mengambil kesimpulan. Mereka berkata: "Orang ini…

4 days ago

Perenungan Kisah Para Rasul 28 (Bagian 3) – Jangan Membiarkan Racun Tetap Melekat

Ketika ular berbisa menggigit tangan Paulus, semua orang yang melihatnya langsung menyimpulkan bahwa ia pasti…

5 days ago