Renungan Kitab Yesaya

Perenungan Yesaya 33 – Mendapatkan Keamanan

Mari kita baca penjelasan yang dicatatkan oleh pena inspirasi mengenai hal ini.

“Dalam setiap generasi dan setiap negeri terdapat fondasi yang benar dan pola pembentukan karakter sudah sama. Hukum Ilahi, ‘Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu, . . . dan sesamamu manusia seperti dirimu sendiri,’ adalah prinsip besar yang dinyatakan dalam tabiat dan kehidupan Juruselamat kita, adalah satu-satunya landasan yang aman, satu-satunya penuntun yang pasti.”

Prophets and Kings 82.3

“Sekarang benarlah apa yang dikatakan kepada orang Israel tentang penurutan kepada perintah-perintah-Nya: ‘Itulah yang akan menjadi kebijaksanaanmu dan akal budimu di mata bangsa-bangsa.’ Ulangan 4:6. Inilah satu-satunya penjaga bagi ketulusan seseorang, bagi kesucian rumah tangga, ketertiban masyarakat, atau stabilitas bangsa. Di tengah-tengah keresahan, dan bahaya-bahaya serta peperangan, aturan yang menyelamatkan dan pasti ialah melakukan apa yang difirmankan Allah. ‘Titah Tuhan itu tepat,’ dan ‘siapa yang berlaku demikian, tidak akan goyah selama-lamanya.’ Mazmur 19:9; 15:5.”

Prophets and Kings 83.1

Jadi, jika kita ingin mendapatkan keamanan dalam segala hal, ingatlah untuk menuruti semua perintah Tuhan karena hanya itulah yang akan menjaga kita.

Selamat pagi dan Tuhan memberkati kita semua. Amin

Grow

Recent Posts

Perenungan Titus 1 (Bagian 1) – Janji Allah Tidak Pernah Gagal

“dan berdasarkan pengharapan akan hidup yang kekal yang sebelum permulaan zaman sudah dijanjikan oleh Allah…

9 hours ago

Perenungan Kisah Para Rasul 28 (Bagian 8) – Injil Tidak Dapat Dipenjarakan

Kitab Kisah Para Rasul ditutup dengan sebuah pemandangan yang sederhana, tetapi penuh makna. Paulus memang…

1 day ago

Perenungan Kisah Para Rasul 28 (Bagian 7) – Tetap Setia Menyampaikan Kebenaran

Sesampainya di Roma, Paulus tidak membuang waktu. Meskipun masih berstatus sebagai tahanan rumah, ia segera…

2 days ago

Perenungan Kisah Para Rasul 28 (Bagian 6) – Tuhan Tidak Pernah Lupa Janji-Nya

Setelah tinggal selama tiga bulan di Pulau Malta, Paulus dan rombongannya kembali melanjutkan perjalanan menuju…

3 days ago

Perenungan Kisah Para Rasul 28 (Bagian 5) – Jadilah Berkat di Mana Pun Tuhan Menempatkanmu

Selama tiga hari pertama di Pulau Malta, Paulus dan rombongannya diterima dengan ramah oleh Publius,…

4 days ago

Perenungan Kisah Para Rasul 28 (Bagian 4) – Jangan Hidup Berdasarkan Penilaian Manusia

Ketika ular berbisa menggigit tangan Paulus, penduduk Malta segera mengambil kesimpulan. Mereka berkata: "Orang ini…

5 days ago