Renungan Kitab Yeremia

Perenungan Yeremia 48 – Kesombongan Moab

Pasal ini berisi nubuat tentang hukuman atas Moab. Pertanyaannya adalah siapakah Moab?

Moab adalah bangsa yang sering kali menjadi musuh, tetapi juga memiliki ikatan kekerabatan. Moab ini berasal dari Lot, keponakan Abraham (baca Kejadian 19:37).

Sebagai sebuah bangsa, Moab terkenal dengan kemakmuran dan keamanan secara geografis. Secara karakter, Moab terkenal sebagai bangsa yang sombong. Selain itu, penyembahan berhala mereka yang paling terkenal adalah dewa Kamos (ayat 7, 13).

Mereka sering digambarkan sebagai bangsa yang sombong, makmur, dan aman secara geografis. Namun Tuhan berfirman bahwa semua kebanggaan itu akan runtuh. Mereka yang dahulu merasa aman akan menangis, dan tanah Moab akan menjadi tandus.

Dari sini kita diingatkan bahwa Tuhan tidak suka dengan keangkuhan atau kesombongan. Moab tidak hanya sombong terhadap bangsa lain, tetapi juga terhadap Tuhan sendiri. Mereka menaruh kepercayaan pada kekuatan mereka, bukan kepada Allah. Akibatnya, Tuhan membuat mereka berada dalam kehancuran.

Kehidupan yang terlalu “nyaman” dan “sentosa” terkadang membuat kita lupa kepada sumber berkat dan kehidupan kita. Sering kali inilah yang menyebabkan kehancuran. Kesombongan inilah yang mendatangkan kehancuran.

Selain sombong akan hidup yang makmur dan nyaman, kita juga perlu berhati-hati dengan Kesombongan spiritual, yaitu merasa diri benar dan merasa bahwa kita tidak membutuhkan Tuhan. Ini sangat berbahaya karena ini adalah akar dari segala dosa.

Namun di akhir pasal, kita melihat kilas harapan:

Tuhan mengizinkan “goncangan” dalam hidup kita untuk memurnikan iman kita dan mengingatkan kita bahwa Dialah sumber kehidupan kita, bukan kenyamanan kita. Ini menunjukkan bahwa penghukuman Tuhan bukan tanpa kasih, melainkan untuk menundukkan hati yang congkak agar bisa dipulihkan.

Ingatlah untuk selalu rendah hati karena “Tinggi hati mendahului kehancuran, tetapi kerendahan hati mendahului kehormatan.” (Amsal 18:12)

Selamat pagi dan Tuhan memberkati kita semua. Amin

Grow

Recent Posts

Perenungan Kisah Para Rasul 19 (Bagian 2) – Hubungan dengan Kristus

Setelah menceritakan pekerjaan Roh Kudus di Efesus, Alkitab mencatat berbagai mukjizat yang Tuhan lakukan melalui…

9 hours ago

Perenungan Kisah Para Rasul 19 (Bagian 1) – Kuasa yang Mengubahkan Hidup

Ketika tiba di Efesus, Paulus bertemu dengan beberapa murid dan mengajukan sebuah pertanyaan yang menarik:…

1 day ago

Perenungan Kisah Para Rasul 18 (Bagian 4) – Hati yang Mau Diajar

Di bagian akhir Kisah Para Rasul 18, Alkitab memperkenalkan seorang bernama Apolos. Ia adalah orang…

2 days ago

Perenungan Kisah Para Rasul 18 (Bagian 3) – Ketika Tuhan Menggagalkan Rencana Manusia

Ketika pelayanan Paulus di Korintus semakin berkembang, orang-orang Yahudi yang menolak Injil mulai melawan Paulus.…

3 days ago

Perenungan Kisah Para Rasul 18 (Bagian 2) – Jangan Diam

Di Korintus, pelayanan Paulus tidak selalu berjalan mudah. Ketika ia memberitakan Injil, sebagian orang mulai…

4 days ago

Perenungan Kisah Para Rasul 18 (Bagian 1) – Menjadi Saksi

Setelah meninggalkan Atena, Paulus tiba di Korintus. Di sana ia bertemu dengan sepasang suami istri,…

5 days ago