Renungan Kitab Yeremia

Perenungan Yeremia 32 – Tidak Ada yang Mustahil

Ayat ini tidak diucapkan dalam situasi yang nyaman dan aman, tetapi di tengah situasi yang tidak baik. Kondisi Yeremia sendiri ada di dalam penjara (ayat 2) sementara kota Yerusalem sedang dikepung oleh tentara Babel, dan kehancuran sudah di depan mata.

Meskipun sedang berada di tengah situasi yang tidak baik itu, Yeremia mengarahkan pandangannya kepada Allah. Ia mengingat bahwa Allah adalah Pencipta langit dan bumi, sehingga tidak ada situasi apa pun yang terlalu sulit bagi-Nya.

Pelajaran yang bisa kita dapat dari ayat ini:

Pertama, Allah yang kita sembah adalah Allah Pencipta. Segala sesuatu bermula dari kuasa penciptaan-Nya. Jika Ia sanggup menciptakan semesta, Ia juga sanggup menolong kita.

Kedua, Apa yang tampak mustahil bagi manusia, itu mungkin bagi-Nya karena “… Tiada suatu apa pun yang mustahil untuk-Mu!” (Yeremia 32:17). Percayalah bahwa apa yang tak bisa kita lakukan, Allah sanggup melakukannya.

Jadi, ketika hidup kita terasa berat, ketika masalah tampak mustahil dipecahkan, ingatlah doa Yeremia ini: “Tidak ada yang mustahil bagi-Mu, ya Tuhan.”

Ingatlah bahwa Allah yang menciptakan langit dan bumi adalah Allah yang sama yang bekerja dalam hidup kita hari ini.

Kiranya renungan ini boleh menjadi kekuatan bagi kita semua.

Selamat pagi dan Tuhan memberkati kita semua. Amin

Grow

Recent Posts

Perenungan Kisah Para Rasul 23 (Bagian 5) – Rencana Tuhan Tidak Dapat Digagalkan

Tidak lama setelah Tuhan menguatkan Paulus, ancaman baru muncul. Alkitab mencatat bahwa lebih dari empat…

11 hours ago

Perenungan Kisah Para Rasul 23 (Bagian 4) – Kuatkan Hatimu

Setelah perdebatan yang sengit di Mahkamah Agama, keadaan Paulus masih jauh dari aman. Ia ditolak…

1 day ago

Perenungan Kisah Para Rasul 23 (Bagian 3) – Pengharapan Kebangkitan

Sebelum melanjutkan pembahasan kisah ini, kita sedikit membahas mengenai kebangkitan. “Sebab orang-orang Saduki mengatakan, bahwa…

2 days ago

Perenungan Kisah Para Rasul 23 (Bagian 2) – Hikmat di Tengah Tekanan

Setelah dihadapkan kepada Mahkamah Agama, Paulus mendapati dirinya berada di tengah situasi yang sangat sulit.…

3 days ago

Perenungan Kisah Para Rasul 23 (Bagian 1) – Hati Nurani yang Bersih

Setelah ditangkap di Yerusalem, Paulus akhirnya dihadapkan kepada Mahkamah Agama Yahudi untuk memberikan pembelaan atas…

4 days ago

Perenungan Kisah Para Rasul 22 (Bagian 6) – Menggunakan Hak dengan Bijaksana

Setelah orang banyak menolak kesaksian Paulus, kepala pasukan Romawi memerintahkan agar Paulus diperiksa dengan cambuk…

5 days ago