Renungan Kitab Titus

Perenungan Titus 1 (Bagian 5) – Iman yang Terlihat dalam Kehidupan

Paulus menutup pasal pertama surat Titus dengan sebuah peringatan yang mengajak setiap orang percaya untuk menguji dirinya sendiri.

Peringatan ini bukan ditujukan kepada orang yang tidak mengenal Tuhan, melainkan kepada mereka yang mengaku mengenal-Nya.

Mengaku percaya kepada Tuhan memang penting. Namun, pengakuan itu harus terlihat dalam kehidupan sehari-hari.

Paulus berkata, “Bagi orang suci semuanya suci, tetapi bagi orang najis dan orang yang tidak beriman tidak ada sesuatu pun yang suci. Sebab akal maupun suara hati mereka najis.” (ayat 15). Dengan kata lain, apa yang ada di dalam hati akan memengaruhi cara seseorang memandang dan menjalani hidup. Hati yang telah diperbarui oleh Kristus akan menghasilkan kehidupan yang semakin mencerminkan kekudusan-Nya.

Sebaliknya, seseorang dapat tampak sangat religius di luar, tetapi jika hatinya belum diubahkan, hidupnya tidak akan mencerminkan karakter Kristus.

Perkataan ini mengingatkan kita bahwa iman bukan hanya soal apa yang kita ketahui atau kita ucapkan, tetapi juga tentang bagaimana kita hidup.

Tentu saja, tidak ada seorang pun yang hidup tanpa kekurangan. Menjadi pengikut Kristus bukan berarti kita langsung sempurna. Namun, ketika kita sungguh-sungguh mengenal Tuhan, Roh Kudus akan terus bekerja mengubah hidup kita dari hari ke hari. Akan ada pertumbuhan, akan ada pertobatan, dan akan ada kerinduan untuk semakin hidup sesuai dengan kehendak-Nya.

Dunia tidak hanya membutuhkan orang yang berbicara tentang Yesus, tetapi orang yang hidup seperti Yesus.

Karena itu, pertanyaan yang perlu kita renungkan bukanlah, “Apakah saya mengaku sebagai orang Kristen?” Melainkan, “Apakah orang lain dapat melihat Kristus melalui hidupku?”

Kiranya hidup kita menjadi kesaksian yang hidup tentang kasih dan kuasa Kristus. Bukan hanya melalui kata-kata yang kita ucapkan, tetapi melalui karakter yang dibentuk oleh Roh Kudus setiap hari.

Selamat pagi dan Tuhan memberkati kita semua. Amin

Grow

Recent Posts

Perenungan Roma 5 (Bagian 14) – Ketaatan Membawa Kehidupan

“Jadi sama seperti oleh ketidaktaatan satu orang semua orang telah menjadi orang berdosa, demikian pula…

20 hours ago

Perenungan Roma 5 (Bagian 13) – Siapa yang Menguasai Hidup Kita?

“... maka lebih benar lagi mereka, yang telah menerima kelimpahan kasih karunia dan anugerah kebenaran,…

2 days ago

Perenungan Roma 5 (Bagian 12) – Karunia yang Jauh Lebih Besar

Kemarin kita sudah membahas Paulus membandingkan Adam dan Kristus. Melalui Adam, dosa masuk dan membawa…

3 days ago

Perenungan Roma 5 (Bagian 11) – Melalui Satu Orang

“Sebab itu, sama seperti dosa telah masuk ke dalam dunia oleh satu orang, dan oleh…

4 days ago

Perenungan Roma 5 (Bagian 10) – Dari Jauh Menjadi Dekat

“Sebab jikalau kita, ketika masih seteru, diperdamaikan dengan Allah oleh kematian Anak-Nya, lebih-lebih kita, yang…

5 days ago

Perenungan Roma 5 (Bagian 9) – Kristus Mati bagi Orang Berdosa

“Karena waktu kita masih lemah, Kristus telah mati untuk kita orang-orang durhaka... Akan tetapi Allah…

6 days ago