Renungan Kitab Titus

Perenungan Titus 2 (Bagian 1) – Ajaran Sehat, Kehidupan Sehat

Setelah berbicara panjang tentang pengajar-pengajar palsu dalam pasal pertama, Paulus memberikan nasihat yang sangat jelas kepada Titus: “… Beritakanlah apa yang sesuai dengan ajaran yang sehat.” (Titus 2:1)

Paulus tidak hanya meminta Titus untuk mengajarkan sesuatu yang benar secara teori. Ajaran yang sehat seharusnya menghasilkan kehidupan yang sehat pula.

Kebenaran yang kita pelajari dari firman Tuhan bukan sekadar untuk menambah pengetahuan. Firman Tuhan diberikan untuk mengubah kehidupan. Karena itu, semakin kita mengenal kebenaran, seharusnya semakin terlihat pula pengaruhnya dalam cara kita berpikir, berbicara, mengambil keputusan, dan memperlakukan orang lain.

Ada banyak hal yang dapat kita pelajari tentang iman. Kita dapat mengetahui berbagai doktrin, menghafal ayat-ayat Alkitab, memahami sejarah gereja, bahkan mampu menjelaskan ajaran kepada orang lain. Semua itu penting. Namun, pengetahuan rohani akan kehilangan nilainya jika tidak membawa perubahan dalam kehidupan.

Ajaran yang sehat akan menghasilkan hati yang semakin sehat.

Kita belajar mengampuni karena Kristus telah mengampuni kita.
Kita belajar mengasihi karena Allah terlebih dahulu mengasihi kita.
Kita belajar jujur karena kita hidup di hadapan Allah yang benar.
Kita belajar mengendalikan diri karena kita ingin hidup sesuai dengan kehendak-Nya.

Dengan demikian, kehidupan Kristen bukanlah kehidupan yang terpisah antara apa yang kita percaya dan bagaimana kita hidup. Keduanya harus berjalan bersama.

Jika dasar iman kita salah, kehidupan kita pun dapat diarahkan ke jalan yang salah. Sebaliknya, ketika kita berakar dalam kebenaran firman Tuhan, kebenaran itu akan membentuk karakter kita.

Tuhan tidak memanggil kita hanya untuk menjadi orang yang tahu tentang kebenaran, tetapi menjadi orang yang hidup dalam kebenaran.

Karena itu, kita perlu bertanya kepada diri sendiri: Apa pengaruh firman Tuhan terhadap hidup saya? Apakah setelah membaca Alkitab saya menjadi lebih sabar? Apakah saya menjadi lebih mudah mengampuni? Apakah saya semakin jujur? Apakah saya semakin mengasihi orang lain? Jawablah dalam hati kita masing-masing.

Selamat pagi dan Tuhan memberkati kita semua. Amin

Grow

Recent Posts

Perenungan Roma 8 (Bagian 9) – Roh Kudus Menolong dalam Kelemahan Kita

“Demikian juga Roh membantu kita dalam kelemahan kita; sebab kita tidak tahu, bagaimana sebenarnya harus…

7 hours ago

Perenungan Roma 8 (Bagian 8) – Menantikan Penebusan dengan Tekun

“Dan bukan hanya mereka saja, tetapi kita yang telah menerima karunia sulung Roh, kita juga…

1 day ago

Perenungan Roma 8 (Bagian 7) – Dua Pengkhotbah

Renungan hari ini panjang. Pastikan Anda menyediakan waktu khusus untuk membaca sedikit lebih lama dari…

2 days ago

Perenungan Roma 8 (Bagian 6) – Penderitaan Sekarang dan Kemuliaan yang Akan Datang

“Sebab aku yakin, bahwa penderitaan zaman sekarang ini tidak dapat dibandingkan dengan kemuliaan yang akan…

3 days ago

Perenungan Roma 8 (Bagian 5) – Anak-Anak Allah

“Sebab kamu tidak menerima roh perbudakan yang membuat kamu menjadi takut lagi, tetapi kamu telah…

4 days ago

Perenungan Roma 8 (Bagian 4) – Mematikan Perbuatan Daging

“Sebab, jika kamu hidup menurut daging, kamu akan mati; tetapi jika oleh Roh kamu mematikan…

5 days ago