Renungan Kitab Titus

Perenungan Titus 2 (Bagian 2) – Dibaca dan Dilihat Orang

Titus 2:2–5 memberikan nasihat kepada beberapa kelompok dalam jemaat: laki-laki yang lebih tua, perempuan yang lebih tua, perempuan muda, dan secara tidak langsung juga keluarga. Menariknya, Paulus tidak hanya berbicara tentang apa yang harus mereka percayai, tetapi terutama tentang bagaimana mereka harus hidup.

Paulus menginginkan agar orang-orang yang lebih tua menjadi teladan bagi mereka yang lebih muda. Mereka dipanggil untuk hidup dengan penguasaan diri, terhormat, bijaksana, sehat dalam iman, kasih, dan ketekunan. Perempuan-perempuan yang lebih tua juga diminta untuk menjadi contoh dalam kehidupan sehingga mereka dapat mengajarkan apa yang baik kepada perempuan-perempuan muda.

Teladan tidak selalu diberikan melalui khotbah atau nasihat panjang. Sering kali teladan terlihat melalui hal-hal sederhana: bagaimana seseorang berbicara ketika sedang marah, bagaimana ia memperlakukan pasangannya, bagaimana ia menghadapi kesulitan, bagaimana ia mengampuni, dan bagaimana ia tetap setia kepada Tuhan ketika keadaan tidak mudah.

Anak-anak dan orang-orang muda mungkin tidak selalu mengingat semua nasihat yang kita berikan kepada mereka. Tetapi mereka sering mengingat bagaimana kita hidup di hadapan mereka.

Karena itu, Titus 2 mengingatkan kita bahwa kehidupan kita dapat menjadi sebuah “pelajaran” bagi orang lain. Ada orang yang mungkin tidak pernah membaca Alkitab secara serius, tetapi mereka membaca kehidupan kita. Mereka melihat bagaimana iman bekerja dalam diri kita.

Hidup kita adalah teladan yang dapat dibaca dan dilihat orang lain.

Pertanyaannya bukan hanya, “Apa yang sudah saya ajarkan kepada mereka?” tetapi juga, “Apa yang mereka pelajari tentang Tuhan ketika melihat kehidupan saya?”

Dunia membutuhkan generasi yang tidak hanya mewariskan pengetahuan, tetapi juga iman yang hidup. Iman yang dapat dilihat, dirasakan, dan diteruskan dari satu generasi kepada generasi berikutnya.

Kiranya hidup kita menjadi berkat bagi orang-orang yang datang setelah kita. Biarlah mereka bukan hanya mendengar bahwa Tuhan itu baik dari perkataan kita, tetapi juga melihat kebaikan Tuhan melalui cara kita menjalani kehidupan.

Selamat pagi dan Tuhan memberkati kita semua. Amin

Grow

Recent Posts

Perenungan Titus 2 (Bagian 1) – Ajaran Sehat, Kehidupan Sehat

Setelah berbicara panjang tentang pengajar-pengajar palsu dalam pasal pertama, Paulus memberikan nasihat yang sangat jelas…

2 days ago

Perenungan Titus 1 (Bagian 5) – Iman yang Terlihat dalam Kehidupan

Paulus menutup pasal pertama surat Titus dengan sebuah peringatan yang mengajak setiap orang percaya untuk…

3 days ago

Perenungan Titus 1 (Bagian 4) – Teguran yang Membawa kepada Kebenaran

Setelah menjelaskan tentang adanya pengajar-pengajar palsu, Paulus mengutip perkataan seorang nabi dari Kreta yang menggambarkan…

4 days ago

Perenungan Titus 1 (Bagian 3) – Waspada terhadap Ajaran yang Menyesatkan

Setelah menjelaskan karakter yang harus dimiliki oleh seorang penatua, Paulus segera mengungkapkan alasannya. Jemaat di…

5 days ago

Perenungan Titus 1 (Bagian 2) – Lebih Berharga daripada Jabatan

“Sebab sebagai pengatur rumah Allah seorang penilik jemaat harus tidak bercacat...” Titus 1:7 Ketika Paulus…

6 days ago

Perenungan Titus 1 (Bagian 1) – Janji Allah Tidak Pernah Gagal

“dan berdasarkan pengharapan akan hidup yang kekal yang sebelum permulaan zaman sudah dijanjikan oleh Allah…

7 days ago