Renungan Kitab Nehemia

Perenungan Nehemia 1 – Bukan Ahli Bangunan

Hari ini kita akan belajar dari Nehemia. Ia dikenal sebagai pemimpin bangsa Israel dalam pembangunan tembok Yerusalem yang hancur.

Alkitab tidak mencatat bahwa Nehemia adalah seorang arsitek atau ahli bangunan. Walaupun bukan ahli bangunan, tetapi Nehemia mengerti bahwa fondasi adalah hal yang sangat penting. Oleh karena itu Nehemia memilih fondasi yang terbaik, yaitu doa.

Itulah sebabnya begitu ia mengetahui masalah yang terjadi dengan orang-orang Israel, Alkitab mencatat yang Nehemia lakukan. Mari kita baca.

Fondasi dari Nehemia adalah berdoa dan juga ia berpuasa. Dia tahu dan menyadari bahwa ia tidak berdaya. Karena itu, ia mendasarkan pekerjaan ini di atas tangan Tuhan yang akan menopang Yerusalem dengan kokoh.

Nehemia sangat mengerti bahwa, “Jikalau bukan TUHAN yang membangun rumah, sia-sialah usaha orang yang membangunnya; jikalau bukan TUHAN yang mengawal kota, sia-sialah pengawal berjaga-jaga.” (Mazmur 127:1).

Mungkin tidak semua dari kita adalah ahli bangunan, tetapi kita tahu pentingnya sebuah fondasi, bukan?

Setiap pagi kita akan membangun kehidupan kita masing-masing dengan berbagai macam pilihan. Apakah kita mau hari itu menjadi hari yang berbahagia, penuh dengan berkat, atau sebaliknya? Semua itu ditentukan dengan fondasi yang kita bangun di pagi hari, seperti teladan Yesus.

Apa yang Yesus lakukan? Markus mencatat, “Pagi-pagi benar, waktu hari masih gelap, Ia bangun dan pergi ke luar. Ia pergi ke tempat yang sunyi dan berdoa di sana.” (Markus 1:35)

Bagaimana dengan kita? Apakah kita juga memiliki fondasi yang benar dalam kehidupan kita?

Ingatlah bahwa “Hembusan nafas kita yang pertama setiap pagi haruslah tentang Yesus.” (My Life Today 15.2) 

Kiranya kita selalu membiarkan Tuhan yang menjadi fondasi kehidupan kita melalui doa dan penyerahan kita kepada-Nya setiap pagi dan setiap hari.

Selamat pagi dan Tuhan memberkati kita semua. Amin

Grow

Recent Posts

Perenungan Kisah Para Rasul 26 (Bagian 2) – Kuasa Tuhan yang Mengubahkan

Di hadapan Raja Agripa, Paulus mulai menceritakan kehidupannya sebelum bertobat. Ia menjelaskan bahwa dahulu ia…

18 hours ago

Perenungan Kisah Para Rasul 26 (Bagian 1) – Kesempatan untuk Bersaksi

Setelah berbagai tuduhan dan persidangan yang dialaminya, Paulus kini berdiri di hadapan Raja Agripa, Bernike,…

2 days ago

Perenungan Kisah Para Rasul 25 (Bagian 6) – Kesempatan untuk Bersaksi

Setelah mendengar penjelasan Festus mengenai perkara Paulus, Raja Agripa berkata: “… ‘Aku ingin mendengar orang…

3 days ago

Perenungan Kisah Para Rasul 25 (Bagian 5) – Yesus yang Hidup

Setelah Paulus naik banding kepada Kaisar, Raja Agripa dan Bernike datang mengunjungi Festus di Kaisarea.…

4 days ago

Perenungan Kisah Para Rasul 25 (Bagian 4) – Tuhan Sudah Menyiapkan Jalannya

Ketika Paulus naik banding kepada Kaisar, Festus tidak memiliki pilihan selain mengirimnya ke Roma. Keputusan…

5 days ago

Perenungan Kisah Para Rasul 25 (Bagian 3) – Memimpin Langkah Kita

Setelah mendengar tuduhan terhadap Paulus, Festus menghadapi sebuah dilema. Ia ingin menyenangkan orang-orang Yahudi, tetapi…

6 days ago