Lagu

Suara Nyanyian Pujian bagi Tuhan

Beberapa waktu yang lalu kita telah belajar bahwa melodi puji-pujian adalah suasana surga dan bagaimana kita sudah perlu membiasakannya sejak masih ada di bumi ini. Kalau begitu bagaimana caranya kita menyanyikan melodi-melodi yang indah ini?

Kutipan ini mengatakan, “Biarlah semua orang mengambil waktu untuk mengembangkan suara sehingga pujian bagi Tuhan dapat dinyanyikan dengan nada-nada yang jelas dan lembut, bukan dengan kasar dan keras yang menyakitkan telinga. Kemampuan untuk bernyanyi adalah pemberian dari Tuhan; biarlah itu digunakan untuk kemuliaan-Nya.” (Voice in Speech and Song 414.2)

Ada kisah di dalam saat Musa dan Yosua mendengar suara orang banyak, tetapi ada dua pendapat di antara mereka.

Keluaran 32:17-18 mencatat, “Ketika Yosua mendengar suara bangsa itu bersorak, berkatalah ia kepada Musa: ‘Ada bunyi sorak peperangan kedengaran di perkemahan.’

Tetapi jawab Musa: ‘Bukan bunyi nyanyian kemenangan, bukan bunyi nyanyian kekalahan — bunyi orang menyanyi berbalas-balasan, itulah yang kudengar.'”

Dalam hal ini pendapat Musalah yang benar karena Musa memiliki lebih banyak pengalaman, khususnya cara menyanyi dalam penyembahan orang kafir karena Musa hidup 40 tahun di Mesir, dan itulah cara menyanyi yang dicontoh orang Israel pada saat penyembahan patung lembu emas pada saat itu. Jika kita pelajari kisah selanjutnya, itu adalah sebuah penyembahan yang tidak dikehendaki oleh Tuhan.

Jadi rupanya dari banyak cara kita menyanyi ada dua cara yang cukup kontras yaitu (1) menyanyi dengan jelas dan lembut dan (2) dengan suara yang kasar dan keras yang menyakitkan telinga. Tetapi dengan jelas hari ini kita diajarkan bahwa kita harus melatih suara-suara kita sehingga melodi yang dinyanyikan dengan jelas dan lembutlah yang keluar dari bibir kita khususnya pada saat kita memuji Tuhan.

“Kemajuan yang besar dapat dicapai dalam menyanyi. Beberapa orang berpikir bahwa semakin keras mereka menyanyi, semakin banyak musik yang mereka hasilkan; tetapi kebisingan bukanlah musik. Nyanyian yang baik adalah seperti lagu dari burung-burung—terkontrol dan melodius.”

Voice in Speech and Song 415.3

Lagu rohani bisa didengarkan di https://youtube.com/playlist?list=PLoCQDFwaCjCeSbmgy-E2JsiyhQX9ZScSd&si=dJaeaVdCDaBEj0Eh

Lagu anak-anak bisa didengarkan di https://youtube.com/playlist?list=PLoCQDFwaCjCf6RYDLTNeyPKqfR0oxtxVr&si=B-NsX2EhcZV_q_vd

Kiranya Tuhan memampukan kita semua untuk melatih dan menghasilkan puji-pujian yang seturut dengan kehendak-Nya.

Selamat pagi dan Tuhan memberkati.

Grow

Recent Posts

Perenungan Roma 8 (Bagian 14) – Tidak Ada yang Dapat Memisahkan Kita dari Kasih Allah

“Sebab aku yakin, bahwa baik maut, maupun hidup, baik malaikat-malaikat, maupun pemerintah-pemerintah, baik yang ada…

10 hours ago

Perenungan Roma 8 (Bagian 13) – Jika Allah di Pihak Kita

“… Jika Allah di pihak kita, siapakah yang akan melawan kita? Kristus Yesus, yang telah…

1 day ago

Perenungan Roma 8 (Bagian 12) – Allah Menuntun Kita Menuju Kemuliaan

“Dan mereka yang ditentukan-Nya dari semula, mereka itu juga dipanggil-Nya. Dan mereka yang dipanggil-Nya, mereka…

2 days ago

Perenungan Roma 8 (Bagian 11) – Dibentuk Menjadi Serupa dengan Kristus

“Sebab semua orang yang dipilih-Nya dari semula, mereka juga ditentukan-Nya dari semula untuk menjadi serupa…

3 days ago

Perenungan Roma 8 (Bagian 10) – Allah Turut Bekerja untuk Mendatangkan Kebaikan

“Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka…

4 days ago

Perenungan Roma 8 (Bagian 9) – Roh Kudus Menolong dalam Kelemahan Kita

“Demikian juga Roh membantu kita dalam kelemahan kita; sebab kita tidak tahu, bagaimana sebenarnya harus…

5 days ago