Renungan Kitab Mazmur

Perenungan Mazmur 85 – Kasih dan Keadilan bertemu di Salib

Ada orang yang berkata bahwa kita harus adil, jadi kita harus memberi hukuman kepada orang yang bersalah. Tetapi orang yang lain berkata bahwa kita harus memiliki kasih, jadi bebaskan saja orang yang bersalah itu dan ampuni.

Jadi, manakah yang harus kita pilih? Adil atau kasih? Apakah mungkin kedua hal ini bisa dipilih bersamaan? Adil dan juga penuh kasih di waktu yang sama?

Adil dan kasih bisa berjalan bersama. Mereka bertemu di Salib Kristus. Mari kita baca beberapa kutipan dari pena inspirasi.

“Hukum Allah yang disimpan di dalam peti itu adalah undang-undang yang besar dari kebenaran dan pehukuman. Hukum itu menuntut hukuman mati terhadap orang-orang yang melanggar; tetapi di atas hukum itu terdapat tutupan pendamaian, di atas mana hadirat Allah dinyatakan dan dari mana, oleh jasa penebusan, keampunan diberikan kepada orang berdosa yang bertobat. Dengan demikian, di dalam pekerjaan Kristus bagi penebusan kita, yang dilambangkan oleh upacara-upacara Kemah Suci ini, ‘kasih dan kesetiaan akan bertemu, keadilan dan damai sejahtera akan bercium-ciuman.’ Mazmur 85:11.”

Sejarah Para Nabi Jilid 1, 411.3

Jadi, Yesus mati bagi kita adalah bentuk kasih dan juga adil. Oleh karena itu, terimalah kasih karunia yang luar biasa ini. Saat kita menerima kasih karunia ini, maka kita pasti akan secara otomatis mengikuti semua perintah-Nya.

Kasih karunia ini tidak membatalkan hukum Allah. Kita harus berhati-hati. Mengapa? Karena “Adalah cara berpikir Setan yang menyesatkan bahwa kematian Kristus membawa kemurahan untuk menggantikan posisi dari hukum. Kematian Yesus tidak mengubah atau membatalkan atau  mengurangi sedikit pun dari 10 Hukum. Karunia yang besar itu ditawarkan kepada manusia melalui darah Juruselamat yang ditetapkan oleh hukum Allah. Semenjak kejatuhan manusia, pemerintahan moral Allah dan kasih karunia-Nya tak terpisahkan. Dua hal ini berjalan bersama-sama melalui semua kenyataan. ‘Kasih dan kesetiaan akan bertemu, keadilan dan damai sejahtera akan bercium-ciuman’ Mazmur 85:11.” (Iman dan Perbuatan 42.2)

Biarlah “Kita dapat melihat kebenaran Kristus dalam hukum. Pada salib Kalvari, ‘Kasih dan kesetiaan akan bertemu, keadilan dan damai sejahtera akan bercium-ciuman.’ (Mazmur 85:11). Inilah kesatuan yang harus ada dalam pelayanan kita.” (Iman dan Perbuatan 95.3)

Selamat pagi dan Tuhan memberkati kita semua. Amin.

Grow

Recent Posts

Perenungan Titus 1 (Bagian 2) – Lebih Berharga daripada Jabatan

“Sebab sebagai pengatur rumah Allah seorang penilik jemaat harus tidak bercacat...” Titus 1:7 Ketika Paulus…

20 hours ago

Perenungan Titus 1 (Bagian 1) – Janji Allah Tidak Pernah Gagal

“dan berdasarkan pengharapan akan hidup yang kekal yang sebelum permulaan zaman sudah dijanjikan oleh Allah…

2 days ago

Perenungan Kisah Para Rasul 28 (Bagian 8) – Injil Tidak Dapat Dipenjarakan

Kitab Kisah Para Rasul ditutup dengan sebuah pemandangan yang sederhana, tetapi penuh makna. Paulus memang…

3 days ago

Perenungan Kisah Para Rasul 28 (Bagian 7) – Tetap Setia Menyampaikan Kebenaran

Sesampainya di Roma, Paulus tidak membuang waktu. Meskipun masih berstatus sebagai tahanan rumah, ia segera…

4 days ago

Perenungan Kisah Para Rasul 28 (Bagian 6) – Tuhan Tidak Pernah Lupa Janji-Nya

Setelah tinggal selama tiga bulan di Pulau Malta, Paulus dan rombongannya kembali melanjutkan perjalanan menuju…

5 days ago

Perenungan Kisah Para Rasul 28 (Bagian 5) – Jadilah Berkat di Mana Pun Tuhan Menempatkanmu

Selama tiga hari pertama di Pulau Malta, Paulus dan rombongannya diterima dengan ramah oleh Publius,…

6 days ago