Renungan Kitab Mazmur

Perenungan Mazmur 15 – Apa Sifat Manusia Ideal Menurut TUHAN?

Manusia ideal yang Tuhan inginkan, salah satunya dicatatkan di dalam Mazmur pasal 15. Pasal yang berisi hanya 5 ayat. Tidak begitu panjang dan baik untuk kita hafalkan juga.

Tidak semua ciri-ciri manusia ideal saya catatkan di teks renungan hari ini karena saya ingin teman-teman semua juga membacanya sendiri atau mendengarkan pasal ini.

Saya hanya ingin membahas tiga ciri saja, yaitu:

(1) Tidak menyebarkan fitnah
(2) Tidak mencela sesamanya
(3) Tidak menerima suap melawan orang yang tak bersalah

Pertama, manusia ideal menurut Tuhan adalah yang tidak suka memfitnah. Ingatlah untuk tidak menyebarkan fitnah karena “… pemfitnah dan penipu tidak akan mendapat bagian dalam Kerajaan Allah.” (1 Korintus 6:10). Selain itu ingatlah bahwa roh memfitnah adalah roh Setan. Jadi, jangan suka memfitnah sesama kita.

Kedua, manusia ideal menurut Tuhan adalah orang yang tidak mencela sesamanya. Ingatlah “Siapa menghina sesamanya berbuat dosa ….” (Amsal 14:21). Pena inspirasi juga mencatat, “Tuhan akan membuat kita bertanggung jawab atas satu kata saja yang kita ucapkan yang menghina satu orang yang untuknya Kristus mengorbankan hidup-Nya.” (Thoughts From the Mount of Blessing 56.3) Oleh karena itu, janganlah menghina sesama kita.

Kedua ciri yang saya sampaikan itu berhubungan dengan lidah. Tak heran pena inspirasi mengingatkan kita bahwa “Pelatihan lidah harus dimulai dari diri sendiri secara pribadi. Mari kita berhenti membicarakan kejahatan orang lain.” (Reflecting Christ 283.2)

Ketiga, manusia ideal menurut Tuhan adalah orang yang tidak menerima suap melawan orang yang tak bersalah. Inilah salah satu bagian yang juga penting dan sempat kita singgung pada pasal 2, yaitu tidak akan ada hakim yang berbuat zalim yang bisa disuap sehingga orang yang benar menjadi salah dan orang yang salah menjadi benar. Dan Alkitab sendiri mencatat, “Suap janganlah kauterima, sebab suap membuat buta mata orang-orang yang melihat dan memutarbalikkan perkara orang-orang yang benar.” (Keluaran 23:8)

Itulah ketiga ciri yang ingin saya bagikan hari ini. Sisanya silahkan didengarkan atau dibaca pasal ini dan renungkan itu sendiri.

Semoga renungan hari ini boleh menegur dan menasihati kita semua untuk menjaga lidah kita dan tidak menerima suap.

Selamat pagi dan Tuhan memberkati kita semua. Amin.

Grow

Recent Posts

Perenungan Kisah Para Rasul 18 (Bagian 3) – Ketika Tuhan Menggagalkan Rencana Manusia

Ketika pelayanan Paulus di Korintus semakin berkembang, orang-orang Yahudi yang menolak Injil mulai melawan Paulus.…

17 hours ago

Perenungan Kisah Para Rasul 18 (Bagian 2) – Jangan Diam

Di Korintus, pelayanan Paulus tidak selalu berjalan mudah. Ketika ia memberitakan Injil, sebagian orang mulai…

2 days ago

Perenungan Kisah Para Rasul 18 (Bagian 1) – Menjadi Saksi

Setelah meninggalkan Atena, Paulus tiba di Korintus. Di sana ia bertemu dengan sepasang suami istri,…

3 days ago

Perenungan Kisah Para Rasul 17 (Bagian 4) – Tetap Setia Menyampaikan Kebenaran

Setelah Paulus menjelaskan tentang Allah yang benar di Atena, ia mulai berbicara tentang pertobatan dan…

4 days ago

Perenungan Kisah Para Rasul 17 (Bagian 3) – Religius Belum Tentu Mengenal Tuhan

Setelah meninggalkan Berea, Paulus tiba di Atena, sebuah kota yang penuh dengan filsafat, budaya, dan…

5 days ago

Perenungan Kisah Para Rasul 17 (Bagian 2) – Kebenaran Tidak Dapat Dihentikan

Setelah banyak orang di Berea menerima firman Tuhan, kabar itu sampai kepada orang-orang Yahudi di…

6 days ago