“Dan karena kepercayaan dalam Nama Yesus, maka Nama itu telah menguatkan orang yang kamu lihat dan kamu kenal ini; dan kepercayaan itu telah memberi kesembuhan kepada orang ini di depan kamu semua.”
Kisah Para Rasul 3:16
Mukjizat kesembuhan orang lumpuh itu membuat banyak orang takjub. Mereka melihat sesuatu yang luar biasa—seorang yang tidak pernah berjalan, kini berdiri dan melompat. Namun Petrus segera mengarahkan perhatian mereka kepada satu hal yang penting: ini bukan karena manusia, tetapi karena Yesus.
Petrus tidak mengambil kemuliaan untuk dirinya. Ia tidak berkata, “Lihat apa yang kami lakukan.” Sebaliknya, ia menegaskan bahwa semua itu terjadi karena iman dalam nama Yesus.
“Dia meyakinkan mereka bahwa kesembuhan itu terjadi dalam nama dan melalui jasa-jasa Yesus dari Nazaret.”
The Acts of the Apostles 59.1
Apa artinya bagi kita hari ini?
Sering kali kita mencari “kuasa” dalam banyak hal—kemampuan diri, pengalaman, bahkan orang lain. Kita mudah terkesan pada apa yang terlihat luar biasa, tetapi lupa bahwa sumber kuasa yang sejati bukanlah manusia, melainkan Yesus.
Nama Yesus bukan sekadar sebutan. Di dalamnya ada kuasa, otoritas, dan kehidupan. Ketika kita percaya kepada-Nya, kita tidak hanya memanggil nama—kita bersandar pada Pribadi yang hidup.
Dan iman itu bukan hanya untuk mukjizat besar seperti kesembuhan. Iman dalam nama Yesus juga yang menguatkan kita setiap hari—di saat lemah, takut, atau tidak berdaya.
Apa pun keadaan kita hari ini, mungkin tidak terlihat seperti mukjizat besar. Tetapi kuasa yang sama tetap bekerja. Ia sanggup menguatkan, memulihkan, dan menuntun kita.
Jangan letakkan harapan pada manusia atau keadaan. Arahkan iman kita kepada Yesus. Karena bukan siapa kita yang menentukan, tetapi kepada siapa kita percaya.
Selamat pagi dan Tuhan memberkati kita semua. Amin.