Renungan Kitab Kisah Para Rasul

Perenungan Kisah Para Rasul 26 (Bagian 10) – Hampir Menjadi Orang Kristen

Setelah mendengar kesaksian Paulus, suasana persidangan menjadi semakin menarik.

Paulus dengan berani menjelaskan tentang pertobatannya, kebangkitan Kristus, dan keselamatan yang tersedia bagi semua orang.

Ketika Paulus sedang berbicara, Festus berseru: “… ’Engkau gila, Paulus! Ilmumu yang banyak itu membuat engkau gila.’” (Kisah Para Rasul 26:24)

Namun Paulus dengan tenang menjawab bahwa apa yang ia katakan adalah benar dan masuk akal.

Lalu ia mengarahkan perhatiannya kepada Raja Agripa, yang sangat memahami Kitab Suci dan tradisi Yahudi.

Paulus berkata: “Percayakah engkau, raja Agripa, kepada para nabi? Aku tahu, bahwa engkau percaya kepada mereka.” (Kisah Para Rasul 26:27)

Pertanyaan itu menyentuh hati Agripa.

Ia tidak lagi bisa bersembunyi di balik perannya sebagai penonton yang netral. Ia harus mengambil sikap terhadap kebenaran yang baru saja didengarnya.

Inilah salah satu kalimat paling menyedihkan dalam Kitab Kisah Para Rasul.

Agripa hampir diyakinkan. Ia hampir percaya. Ia hampir mengambil keputusan. Ia hampir menjadi orang Kristen. Tetapi “hampir” tidaklah cukup.

Seseorang tidak diselamatkan karena hampir bertobat.
Seseorang tidak diselamatkan karena hampir menyerahkan hidup kepada Kristus.
Keselamatan datang ketika seseorang benar-benar menerima dan mengikuti Tuhan.

Banyak orang berada dalam posisi seperti Agripa. Mereka menghargai kebenaran.

Mereka tersentuh oleh firman Tuhan. Mereka memahami apa yang benar. Namun mereka terus menunda keputusan untuk menyerahkan diri sepenuhnya kepada Kristus.

Paulus menjawab Agripa dengan kerinduan yang besar:

Paulus tidak menyimpan kepahitan terhadap orang-orang yang mengadilinya. Sebaliknya, ia rindu agar mereka juga mengalami keselamatan yang telah ia temukan di dalam Kristus.

Hari ini, Tuhan juga mengundang kita untuk mengambil keputusan yang sungguh-sungguh.

Jangan puas hanya mengetahui kebenaran.
Jangan berhenti pada kekaguman terhadap Injil.
Jangan hanya “hampir” menjadi pengikut Kristus.
Berikanlah hati sepenuhnya kepada Tuhan.

Keselamatan tidak ditemukan dalam kata “hampir”, melainkan dalam penyerahan diri yang sepenuhnya kepada Kristus.

Selamat pagi dan Tuhan memberkati kita semua. Amin

Grow

Recent Posts

Perenungan Roma 3 (Bagian 6) – Tidak Ada Alasan untuk Bermegah

Setelah menjelaskan bahwa manusia dibenarkan melalui iman dan bukan karena melakukan hukum Taurat, Paulus mengajukan…

13 hours ago

Perenungan Roma 3 (Bagian 5) – Salib: Keadilan dan Kasih Allah

Setelah menjelaskan bahwa semua orang telah berdosa dan hanya dapat dibenarkan oleh kasih karunia, Paulus…

2 days ago

Perenungan Roma 3 (Bagian 4) – Semua Membutuhkan Kasih Karunia

Setelah menjelaskan bahwa kebenaran Allah diterima melalui iman kepada Yesus Kristus, Paulus menunjukkan mengapa kasih…

3 days ago

Perenungan Roma 3 (Bagian 3) – Bukan karena Kebaikan Kita

Setelah menunjukkan bahwa tidak ada seorang pun yang benar dan semua manusia membutuhkan kasih karunia,…

4 days ago

Perenungan Roma 3 (Bagian 2) – Tidak Ada Seorang Pun yang Benar

Setelah menjelaskan kesetiaan Allah, Paulus membawa kita melihat keadaan manusia. Ia berkata, “Tidak ada yang…

5 days ago

Perenungan Roma 3 (Bagian 1) – Kesetiaan Allah di Tengah Ketidaksetiaan Manusia

Hari ini kita akan mulai dengan sebuah pertanyaan: “Apakah ada keuntungan menjadi umat Allah?”  Paulus…

6 days ago