Renungan Kitab Kisah Para Rasul

Perenungan Kisah Para Rasul 27 (Bagian 1) – Mendengarkan Nasihat yang Benar

Setelah Paulus naik banding kepada Kaisar, tibalah waktunya baginya untuk berlayar menuju Roma.

Perjalanan itu dimulai dengan baik. Namun ketika mereka tiba di suatu tempat yang disebut Pelabuhan Indah di Pulau Kreta, Paulus menyampaikan sebuah peringatan.

Ia berkata:

Paulus bukan seorang nakhoda atau pelaut profesional. Namun sebagai hamba Tuhan yang telah berkali-kali menempuh perjalanan laut, ia memahami situasi yang sedang dihadapi. Lebih dari itu, Tuhan memberikan kepadanya hikmat untuk melihat bahaya yang ada di depan.

Sayangnya, nasihat Paulus tidak dihiraukan.

Alkitab mencatat:

Secara manusia, keputusan itu tampak masuk akal. Mengapa harus mendengarkan seorang tahanan, sementara ada jurumudi dan pemilik kapal yang jauh lebih berpengalaman?

Namun tidak semua suara yang terdengar paling meyakinkan adalah suara yang benar.

Ada kalanya Tuhan menyampaikan hikmat melalui orang-orang yang tidak kita duga.

Karena itu, kita perlu memiliki kerendahan hati untuk mendengarkan nasihat yang sesuai dengan firman Tuhan, siapa pun yang menyampaikannya.

Dalam kehidupan sehari-hari, kita juga sering diperhadapkan pada berbagai pilihan.

Kadang-kadang kita lebih mudah mengikuti suara mayoritas, pendapat yang populer, atau pertimbangan yang tampak paling menguntungkan. Padahal belum tentu semuanya sejalan dengan kehendak Tuhan.

Orang yang bijaksana adalah orang yang bersedia diajar dan mau mendengarkan nasihat yang benar.

Hari ini, marilah kita meminta hati yang rendah di hadapan Tuhan.

Kiranya kita tidak hanya mencari nasihat yang menyenangkan telinga, tetapi juga bersedia menerima nasihat yang menuntun kita kepada kehendak-Nya.

Selamat pagi dan Tuhan memberkati kita semua. Amin

Grow

Recent Posts

Perenungan Roma 5 (Bagian 15) – Hukum Taurat dan Kasih Karunia

“Tetapi hukum Taurat ditambahkan, supaya pelanggaran menjadi semakin banyak; dan di mana dosa bertambah banyak,…

23 hours ago

Perenungan Roma 5 (Bagian 14) – Ketaatan Membawa Kehidupan

“Jadi sama seperti oleh ketidaktaatan satu orang semua orang telah menjadi orang berdosa, demikian pula…

2 days ago

Perenungan Roma 5 (Bagian 13) – Siapa yang Menguasai Hidup Kita?

“... maka lebih benar lagi mereka, yang telah menerima kelimpahan kasih karunia dan anugerah kebenaran,…

3 days ago

Perenungan Roma 5 (Bagian 12) – Karunia yang Jauh Lebih Besar

Kemarin kita sudah membahas Paulus membandingkan Adam dan Kristus. Melalui Adam, dosa masuk dan membawa…

4 days ago

Perenungan Roma 5 (Bagian 11) – Melalui Satu Orang

“Sebab itu, sama seperti dosa telah masuk ke dalam dunia oleh satu orang, dan oleh…

5 days ago

Perenungan Roma 5 (Bagian 10) – Dari Jauh Menjadi Dekat

“Sebab jikalau kita, ketika masih seteru, diperdamaikan dengan Allah oleh kematian Anak-Nya, lebih-lebih kita, yang…

6 days ago