Renungan Kitab Keluaran

Perenungan Keluaran 25 – Sukarela dan Roh Pengorbanan

TUHAN memerintahkan mereka untuk membuat bait suci sesuai dengan pola yang sudah ditunjukkan kepada Musa. Pertanyaannya adalah bagaimana mereka bisa membangun bait suci? Bukankah mereka butuh semua bahan dan persiapan?

“Untuk pembangunan Kemah Suci itu persiapan-persiapan yang mahal dan banyak diperlukan, bahan-bahan yang paling mahal dan berharga dalam jumlah yang besar harus disediakan; namun demikian Tuhan hanya menerima persembahan sukarela. ‘Dari setiap orang yang terdorong hatinya, haruslah kamu pungut persembahan khusus kepada-Ku itu,’ adalah perintah Ilahi yang diulangi oleh Musa kepada perhimpunan itu. Penyerahan kepada Allah dan satu roh pengorbanan adalah syarat-syarat pertama dalam mempersiapkan satu tempat tinggal bagi Yang Maha tinggi.”

Patriarchs and Prophets 343.3

Jadi dari sini kita belajar bahwa setidaknya dua hal, yaitu kita harus belajar untuk memberikan persembahan dengan sukarela. Janganlah kita memberikan persembahan dengan hati yang bersungut-sungut. Tuhan jauh lebih menghargai persembahan yang diberikan dengan sukarela. Dan kita belajar pentingnya roh pengorbanan diri.

Tak heran pena inspirasi mencatat di dalam buku “Counsels on Stewardship” demikian:

“Semua yang kita lakukan harus dilakukan dengan sukarela. Kita harus membawa persembahan-persembahan kita dengan sukacita dan rasa syukur, sambil berkata ketika kami mempersembahkannya, ‘Dari milik-Mu kami berikan dengan rela kepada-Mu.’ … Dengan demikian kita menunjukkan bahwa kita mengenal dan mengakui bahwa segala sesuatu adalah milik Tuhan, secara mutlak dan seluruhnya.”

Counsels on Stewardship 198.1

“Persembahan yang didorong oleh hati yang penuh kasih sangat dihargai Allah, membuat persembahan itu lebih berguna dalam pelayanan bagi Dia. Jikalau kita telah memberikan hati kepada Yesus, kita juga akan membawa pemberian kita kepada-Nya. Emas dan perak kita, harta dunia kita yang paling berharga, kesanggupan mental dan spiritual kita yang paling tinggi akan kita persembahkan dengan rela kepada-Nya yang mengasihi kita, dan yang telah memberikan diri-Nya bagi kita.”

Counsels on Stewardship 198.2

Kiranya renungan kita pada hari ini boleh mengingatkan kita semua untuk memberi dengan sukarela dan juga kita memiliki roh pengorbanan diri.

Selamat pagi dan Tuhan memberkati kita semua. Amin

Grow

Recent Posts

Perenungan Roma 5 (Bagian 15) – Hukum Taurat dan Kasih Karunia

“Tetapi hukum Taurat ditambahkan, supaya pelanggaran menjadi semakin banyak; dan di mana dosa bertambah banyak,…

18 hours ago

Perenungan Roma 5 (Bagian 14) – Ketaatan Membawa Kehidupan

“Jadi sama seperti oleh ketidaktaatan satu orang semua orang telah menjadi orang berdosa, demikian pula…

2 days ago

Perenungan Roma 5 (Bagian 13) – Siapa yang Menguasai Hidup Kita?

“... maka lebih benar lagi mereka, yang telah menerima kelimpahan kasih karunia dan anugerah kebenaran,…

3 days ago

Perenungan Roma 5 (Bagian 12) – Karunia yang Jauh Lebih Besar

Kemarin kita sudah membahas Paulus membandingkan Adam dan Kristus. Melalui Adam, dosa masuk dan membawa…

4 days ago

Perenungan Roma 5 (Bagian 11) – Melalui Satu Orang

“Sebab itu, sama seperti dosa telah masuk ke dalam dunia oleh satu orang, dan oleh…

5 days ago

Perenungan Roma 5 (Bagian 10) – Dari Jauh Menjadi Dekat

“Sebab jikalau kita, ketika masih seteru, diperdamaikan dengan Allah oleh kematian Anak-Nya, lebih-lebih kita, yang…

6 days ago