Renungan Kitab Kejadian

Perenungan Kejadian 6 – Mengapa Kayu Gofir?

Bacalah Kejadian pasal 6 secara keseluruhan atau dengarkan audio bacaan Alkitab hari ini. Pasal ini mulai memasuki kisah Nuh yang sangat terkenal dan sering diceritakan. Tentu saja ada banyak hal yang bisa kita pelajari dari kisah ini, tetapi saya mau menjelaskan yang mungkin tidak sering dijelaskan, yaitu mengenai bahan yang digunakan oleh Nuh dalam membuat bahtera.

Mengapa harus dari kayu gofir?

“Bahan-bahan yang dipakai dalam pembuatan bahtera ini adalah kayu gofir yang tidak akan lapuk ratusan tahun lamanya.”

Patriarchs and Prophets 92.3

Jadi, bahtera ini Allah perintahkan untuk menggunakan kayu gofir bukan tanpa alasan, tetapi karena kayu ini tidak akan lapuk ratusan tahun lamanya. Luar biasa ya? Dan tentu saja jika itu bisa bertahan lama, maka itu akan bisa bertahan dan menjadi saksi bisu setiap kali orang melihat bahtera itu bahwa Allah pernah mendatangkan air bah ke dunia ini.

Secara logika manusia, kayu ini sangat kuat dan tentu saja sangat bagus dan akan mampu menghadapi badai nantinya ketika air bah datang. Tetapi apakah dengan bahan yang bagus sudah cukup? Tentu saja tidak! Mari kita baca kutipan di bawah ini.

“Segala usaha manusia dikerahkan agar pekerjaan itu sempurna, tetapi bahtera itu sendiri tidak akan sanggup untuk bertahan terhadap badai yang akan datang ke atas bumi ini. Hanya Allah saja yang dapat memeliharakan hamba-hamba-Nya yang berada di tengah-tengah badai dan gelombang yang ganas itu.”

Patriarchs and Prophets 92.3

Jadi artinya, sekuat apa pun bahan yang digunakan, jika Allah tidak menjaga dan memelihara, maka kayu sekuat apa pun akan tetap tidak sanggup menghadapi badai dan gelombang yang ganas itu.

Dari sini kita belajar bahwa perlu sekali kita memiliki pengetahuan untuk bisa mengetahui bahan terbaik, cara terbaik, dan lain-lain. Tetapi ingatlah bahwa semua usaha kita akan sia-sia jika kita tidak melibatkan Tuhan di dalam setiap perencanaan kita. Semua usaha kita akan sia-sia jika Tuhan sendiri tidak menjaga dan memelihara.

Oleh karena itu, libatkan Tuhan di dalam segala hal yang kita rencanakan dan kerjakan.

Kiranya renungan hari ini boleh memberkati kita semua.

Selamat pagi dan Tuhan memberkati kita semua. Amin

Grow

Recent Posts

Perenungan Roma 9 (Bagian 4) – Apakah Allah Tidak Adil?

“Jadi hal itu tidak tergantung pada kehendak orang atau usaha orang, tetapi kepada kemurahan hati…

3 hours ago

Perenungan Roma 9 (Bagian 3) – Rencana Allah dan Pilihan-Nya

Pada bagian sebelumnya Paulus menjelaskan bahwa keturunan jasmani saja tidak otomatis menjadikan seseorang ahli waris…

1 day ago

Perenungan Roma 9 (Bagian 2) – Janji Allah Tidak Pernah Gagal

“Akan tetapi firman Allah tidak mungkin gagal. Sebab tidak semua orang yang berasal dari Israel…

2 days ago

Perenungan Roma 9 (Bagian 1) – Hati yang Merindukan Keselamatan Orang Lain

“Sejak pertobatannya [Paulus], ia sangat rindu untuk menolong saudara-saudara sebangsanya agar memperoleh pemahaman yang jelas…

3 days ago

Perenungan Roma 8 (Bagian 14) – Tidak Ada yang Dapat Memisahkan Kita dari Kasih Allah

“Sebab aku yakin, bahwa baik maut, maupun hidup, baik malaikat-malaikat, maupun pemerintah-pemerintah, baik yang ada…

4 days ago

Perenungan Roma 8 (Bagian 13) – Jika Allah di Pihak Kita

“… Jika Allah di pihak kita, siapakah yang akan melawan kita? Kristus Yesus, yang telah…

5 days ago