Renungan Kitab Kejadian

Perenungan Kejadian 5 – Apakah Mungkin bagi Manusia untuk Menurut Hukum-Hukum Ilahi?

Kejadian pasal 5 ini bagi banyak orang adalah pasal yang membosankan untuk dibaca karena berisi keturunan saja. Tetapi apakah kamu tahu bahwa semua yang ditulis di dalam Alkitab itu penting dan ada Pelajaran yang bisa kita ambil bahkan jika itu hanya berbicara mengenai keturunan?

Untuk pelajaran lengkap dari Kejadian pasal 5 yang mana kita bisa belajar alasan mengapa dituliskan usia, dll, Silakan tonton video pembahasannya di: https://youtu.be/wIQUBqEKJIY?si=IW6dJMG3CHaetA6g

Untuk renungan hari ini, saya lebih tertarik membahas mengenai salah satu tokoh, yaitu Henokh. Pembahasan mengenai Henokh pernah kita bahas juga pada video: https://youtu.be/Fjec1Unwazs dan https://youtu.be/xe2bQ-aFhw0 mengenai Henokh adalah penempelak dosa dan gigih melawan kejahatan. Tapi hari ini kita akan bahas dari sisi lainnya.

Ada pelajaran penting dari diangkatnya Henokh ke Surga oleh Tuhan. Mari kita baca penjelasan lengkapnya dari apa yang dicatat oleh pena inspirasi.

“Melalui pengangkatan Henokh Tuhan bermaksud untuk memberikan sebuah pelajaran penting. Ada bahaya di mana manusia mau menyerah kepada keputusasaan, oleh sebab akibat-akibat dosa yang mengerikan itu. Banyak yang berseru-seru; “Apakah untungnya kita takut akan Tuhan dan memeliharakan hukum-hukum-Nya, sedangkan kutuk yang besar itu menimpa umat manusia dan kematian adalah menjadi bagian kita semua?” Tetapi petunjuk-petunjuk yang telah diberikan Tuhan kepada Adam, dan yang diulangi oleh Set dan dinyatakan dalam hidup Henokh telah menyapu bersih kemurungan dan kegelapan dan telah memberikan pengharapan kepada manusia bahwa sebagaimana melalui Adam datang kematian, begitu pula melalui Penebus itu akan datang kehidupan dan hidup yang kekal. Setan mengajarkan kepada manusia satu kepercayaan bahwa tidak akan ada pahala bagi orang benar ataupun hukuman bagi orang jahat, dan tidak mungkin bagi manusia untuk menurut hukum-hukum ilahi. Tetapi di dalam masalah Henokh, Allah menyatakan bahwa “Dia ada dan Dia adalah seorang pemberi pahala kepada mereka yang dengan sungguh-sungguh mencari akan Dia.” Ibrani 11:6. Ia menunjukkan apa yang akan Ia lakukan bagi mereka yang memelihara hukum-hukum-Nya. Kepada manusia diajarkan bahwa tidak mustahil untuk menurut hukum Allah; bahwa sekalipun hidup di tengah-tengah orang-orang berdosa dan jahat, mereka sanggup, oleh anugerah Allah melawan penggodaan dan menjadi suci. Mereka melihat di dalam teladan hidupnya akan berkat-berkat daripada kehidupan seperti itu; dan pengangkatannya ke surga adalah satu bukti tentang kebenaran nubuatannya sehubungan dengan hidup yang akan datang dengan pahala kesukaan, kemuliaan, serta hidup yang baka bagi orang yang menurut; dan hukuman, kutuk, dan kematian bagi yang melanggar.”

Patriarchs and Prophets 88.2

Jadi, jika ada yang mengajarkan bahwa mustahil bisa menurut pada hukum Tuhan, maka tentulah itu ajaran yang Setan ajarkan. Oleh karena itu, percayalah bahwa kita sanggup menuruti seluruh hukum Tuhan dengan meminta pertolongan dari Tuhan.

Kiranya renungan hari ini boleh menjawab pertanyaan pada judul hari ini dan bisa menjadi berkat bagi kita semua.

Selamat pagi dan Tuhan memberkati kita semua. Amin

Grow

Recent Posts

Perenungan Roma 9 (Bagian 4) – Apakah Allah Tidak Adil?

“Jadi hal itu tidak tergantung pada kehendak orang atau usaha orang, tetapi kepada kemurahan hati…

4 hours ago

Perenungan Roma 9 (Bagian 3) – Rencana Allah dan Pilihan-Nya

Pada bagian sebelumnya Paulus menjelaskan bahwa keturunan jasmani saja tidak otomatis menjadikan seseorang ahli waris…

1 day ago

Perenungan Roma 9 (Bagian 2) – Janji Allah Tidak Pernah Gagal

“Akan tetapi firman Allah tidak mungkin gagal. Sebab tidak semua orang yang berasal dari Israel…

2 days ago

Perenungan Roma 9 (Bagian 1) – Hati yang Merindukan Keselamatan Orang Lain

“Sejak pertobatannya [Paulus], ia sangat rindu untuk menolong saudara-saudara sebangsanya agar memperoleh pemahaman yang jelas…

3 days ago

Perenungan Roma 8 (Bagian 14) – Tidak Ada yang Dapat Memisahkan Kita dari Kasih Allah

“Sebab aku yakin, bahwa baik maut, maupun hidup, baik malaikat-malaikat, maupun pemerintah-pemerintah, baik yang ada…

4 days ago

Perenungan Roma 8 (Bagian 13) – Jika Allah di Pihak Kita

“… Jika Allah di pihak kita, siapakah yang akan melawan kita? Kristus Yesus, yang telah…

5 days ago