Renungan Kitab Kejadian

Perenungan Kejadian 48 – Perkara Kekal VS Sementara

Pada pasal ini diceritakan mengenai Yakub yang memberkati Manasye dan Efraim. Mengapa Yusuf membawa kedua anaknya untuk diberkati? 

“Satu perkara penting lainnya memerlukan perhatian; anak-anak Yusuf harus secara resmi ditetapkan di antara anak-anak Israel. Yusuf, yang datang untuk berbicara dengan bapanya untuk terakhir kalinya, telah membawa bersama-sama dengan dia Efraim dan Manasye. Kedua anak muda ini, melalui ibu mereka telah dihubungkan dengan tingkat tertinggi daripada keimamatan Mesir; dan kedudukan daripada bapa mereka telah membuka jalan bagi mereka untuk dapat memperoleh kekayaan serta kehormatan, kalau saja mereka memilih untuk menghubungkan diri dengan orang-orang Mesir. Namun demikian, adalah kehendak Yusuf agar mereka menggabungkan diri dengan bangsa mereka sendiri. Ia menyatakan imannya dalam perjanjian itu, dan atas nama anak-anaknya itu, ia mau meninggalkan segala kehormatan yang dapat diberikan oleh istana Mesir, untuk memperoleh satu tempat di antara bangsa gembala yang hina itu, kepada siapa telah dipercayakan hukum Allah.

Patriarchs and Prophets 234.2

Saat membaca ini, masing-masing dari kita mungkin mendapatkan pelajaran yang berbeda-beda. 

Hari ini saya hanya ingin mengambil satu pelajaran yang menarik bagi saya, yaitu mau meninggalkan segala kehormatan bahkan mungkin juga kekayaan yang bisa diperoleh demi memperoleh sesuatu yang kekal

Berapa banyak kita sering menukar kekekalan dengan hal yang hanya bersifat sementara? Ingatlah kisah Esau. 

Itulah sebabnya “Pikirkanlah perkara yang di atas, bukan yang di bumi.” (Kolose 3:2) 

Kiranya renungan hari ini boleh membuat kita semakin setia kepada Tuhan. 

Selamat pagi dan Tuhan memberkati kita semua. Amin.

Grow

Recent Posts

Perenungan Roma 1 (Bagian 2) – Tidak Malu terhadap Injil

Paulus melanjutkan suratnya kepada jemaat di Roma dengan mengungkapkan kerinduannya untuk mengunjungi mereka. Ia berkata,…

15 hours ago

Perenungan Roma 1 (Bagian 1) – Siapa Kita?

Paulus membuka suratnya kepada jemaat di Roma dengan memperkenalkan dirinya sebagai “… hamba Kristus Yesus,…

2 days ago

Perenungan Titus 3 (Bagian 7) – Berbuahlah

Pada bagian sebelumnya, kita diingatkan untuk tidak menghabiskan waktu dalam pertengkaran dan perdebatan yang sia-sia.…

3 days ago

Perenungan Titus 3 (Bagian 6) – Perdebatan

“Tetapi hindarilah persoalan yang dicari-cari dan yang bodoh, persoalan silsilah, percekcokan serta pertengkaran tentang hukum…

4 days ago

Perenungan Titus 3 (Bagian 5) – Iman yang Menghasilkan Perbuatan Baik

Paulus menunjukkan hasil yang seharusnya terlihat dari kehidupan yang telah menerima kasih karunia itu, yaitu…

5 days ago

Perenungan Titus 3 (Bagian 4) – Awal dari Kehidupan Kekal

Keselamatan adalah pemberian kasih karunia. Namun, karya Allah tidak berhenti pada pengampunan. Allah juga memperbarui…

6 days ago