Renungan Kitab Kejadian

Perenungan Kejadian 38 – Mengapa Alkitab Mencatat Kesalahan Orang?

Bacalah kisah lengkap dari Yehuda dan Tamar di Kejadian pasal 38 atau dengarkan audio bacaan Kejadian 38 hari ini.

Dari sini saya secara pribadi melihat Yehuda juga bersalah karena ingkar janji, begitu juga dengan Tamar yang akhirnya melahirkan anak dari mertuanya. Keduanya ada kesalahan yang mereka lakukan.

Jika kita membaca kisah ini, mungkin kita berpikir mengapa dari kisah di kitab Kejadian ini banyak mencatat tentang kesalahan-kesalahan yang orang lakukan? Kenapa tidak mencatat tentang yang baik-baik saja? Untuk menjawab pertanyaan ini, mari kita baca penjelasan di bawah ini:

“Pena ilham dengan setia mencatat kesalahan-kesalahan yang telah dilakukan oleh orang-orang yang baik, … kesalahan mereka itu lebih banyak ditampilkan daripada jasa-jasa baik mereka. Hal ini telah menjadi sesuatu yang membingungkan banyak orang, dan telah memberikan peluang kepada orang yang tidak percaya itu untuk mengolok-olok Kitab Suci. Tetapi ini adalah salah satu bukti yang paling kuat akan kebenaran Alkitab; di mana kenyataan tidak pernah disembunyikan ataupun dosa-dosa dari pada tokoh-tokoh terkemuka yang tersurat di dalamnya tidak pernah ditutup-tutupi. Pikiran manusia sangat cenderung untuk mempunyai prasangka sehingga mustahil bagi sejarah manusia itu ditulis bebas dari sifat memihak. Jikalau Alkitab itu telah ditulis oleh orang-orang yang tidak diilhami, maka tidak diragukan lagi itu akan menampilkan sifat tokoh-tokoh yang terkemuka itu dalam satu cara yang lebih bersifat memuji-muji. Tetapi sebagaimana adanya, kita memiliki satu catatan yang benar tentang pengalaman mereka.”

Patriarchs and Prophets 238.1

Itulah sebabnya Alkitab mencatat bahwa “Segala tulisan yang diilhamkan Allah memang bermanfaat untuk mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan dan untuk mendidik orang dalam kebenaran.” (2 Timotius 3:16)

Kiranya setiap kesalahan yang kita baca di dalam kisah di Alkitab ini boleh menjadi Pelajaran bagi kita untuk tidak melakukan hal yang sama.

Selamat pagi dan Tuhan memberkati kita semua. Amin

Grow

Recent Posts

Perenungan Roma 6 (Bagian 4) – Hidup bagi Allah dalam Kristus

“Sebab kematian-Nya adalah kematian terhadap dosa, satu kali dan untuk selama-lamanya, dan kehidupan-Nya adalah kehidupan…

4 hours ago

Perenungan Roma 6 (Bagian 3) – Manusia Lama Sudah Disalibkan

“Karena kita tahu, bahwa manusia lama kita telah turut disalibkan, supaya tubuh dosa kita hilang…

1 day ago

Perenungan Roma 6 (Bagian 2) – Dikuburkan dan Dibangkitkan Bersama Kristus

“Dengan demikian kita telah dikuburkan bersama-sama dengan Dia oleh baptisan dalam kematian, supaya, sama seperti…

2 days ago

Perenungan Roma 6 (Bagian 1) – Mati terhadap Dosa

“Jika demikian, apakah yang hendak kita katakan? Bolehkah kita bertekun dalam dosa, supaya semakin bertambah…

3 days ago

Perenungan Roma 5 (Bagian 16) – Kasih Karunia Membawa kepada Hidup

“Supaya, sama seperti dosa berkuasa dalam alam maut, demikian kasih karunia akan berkuasa oleh kebenaran…

4 days ago

Perenungan Roma 5 (Bagian 15) – Hukum Taurat dan Kasih Karunia

“Tetapi hukum Taurat ditambahkan, supaya pelanggaran menjadi semakin banyak; dan di mana dosa bertambah banyak,…

5 days ago