Renungan Kitab Kejadian

Perenungan Kejadian 23 – Kematian Sara dan Kesopanan Abraham

Pada pasal ini dicatatkan bahwa Sara meninggal pada usia 127 tahun.

Albert Barnes menjelaskan, “Sara adalah satu-satunya wanita yang usianya dicatat di dalam Alkitab.” (Albert Barnes)

Adam Clarke juga menjelaskan, “Patut dicatat bahwa Sara adalah satu-satunya wanita dalam Alkitab yang usia, kematian, penguburannya dicatat dengan jelas.” (Adam Clarke)

Ada beberapa penjelasan mengapa Sara dicatatkan usia, kematian, dan penguburannya dengan jelas. Beberapa penjelasan mengarah karena Sara adalah ibu dari keturunan yang dijanjikan.

Ada juga yang menjelaskan karena rasul Paulus di dalam Galatia 4:22-26 menyampaikan ada dua perempuan yaitu Hagar dan Sara. Yang satu diperanakkan menurut daging dan melahirkan anak-anak perhambaan dan hidup dalam perhambaan, sedangkan satunya adalah perempuan merdeka. Dan di ayat 26 dikatakan, “Tetapi Yerusalem sorgawi adalah perempuan yang merdeka, dan ialah ibu kita.” (Galatia 4:26)

Tentu kita ingin menjadi ahli waris Surga, kita menjadi orang merdeka, bukan hidup dalam perhambaan dosa.

Pelajaran berikutnya yang ingin saya bagikan adalah mengenai Abraham.

Kitab suci memberi kita contoh-contoh nyata tentang penggunaan kesopanan yang sejati…. Abraham adalah seorang yang sopan…. Sekali lagi perhatikanlah dia sementara mengadakan transaksi dagang dengan orang-orang Het untuk membeli tanah tempat kubur Sara. Waktu ia mengalami dukacita ia tidak lupa bersikap sopan. Ia tunduk di hadapan mereka, walau pun sebenarnya ia adalah umat Allah yang mulia. Abraham mengetahui apakah kesopanan sejati itu dan apakah yang harus dibuat seseorang terhadap sesamanya.”

My Life Today 192.3

Di Tengah-tengah dukacita sekali pun, Abraham tetap bersikap sopan. Itulah satu kebiasaan yang baik dan yang kita perlu contoh dalam kehidupan kita. Dalam kondisi apa pun yang sementara kita hadapi, janganlah kita lupa untuk bersikap sopan.

Kiranya renungan hari ini boleh memberkati kita semua.

Selamat pagi dan Tuhan memberkati kita semua. Amin

Grow

Recent Posts

Perenungan Roma 4 (Bagian 5) – Iman yang Diperhitungkan sebagai Kebenaran

Pengalaman Abraham bukan hanya untuk dikenang sebagai kisah masa lalu. Apa yang terjadi pada Abraham…

1 day ago

Perenungan Roma 4 (Bagian 4) – Beriman Ketika Tidak Ada Harapan

Pada bagian sebelumnya, kita melihat bahwa janji Allah diterima melalui iman. Sekarang Paulus menunjukkan seperti…

2 days ago

Perenungan Roma 4 (Bagian 3) – Janji Diterima melalui Iman

Pada bagian sebelumnya, kita melihat bahwa Abraham menerima tanda sunat setelah ia dibenarkan melalui iman.…

3 days ago

Perenungan Roma 4 (Bagian 2) – Iman Sebelum Tanda

Jika pada bagian sebelumnya kita melihat bahwa Abraham dibenarkan karena iman, sekarang Paulus melanjutkan dengan…

4 days ago

Perenungan Roma 4 (Bagian 1) – Abraham Dibenarkan karena Iman

Setelah dalam Roma 3 Paulus menjelaskan bahwa manusia dibenarkan karena iman dan bukan karena melakukan…

5 days ago

Perenungan Roma 4 (Bagian 6) – Hidup oleh Iman kepada Kristus

Paulus sudah menjelaskan bahwa Abraham dibenarkan karena iman, bukan karena perbuatan. Ia percaya kepada janji…

6 days ago