Renungan Kitab Imamat

Perenungan Imamat 22 – Tidak Bercela

Pasal ini mengajarkan kita tentang kekudusan dalam pelayanan dan aturan persembahan kepada Tuhan.

Jadi, persembahan kepada Tuhan haruslah sempurna, tidak boleh tanpa cacat. Tuhan ingin mengajarkan kepada kita bahwa kita harus mempersembahkan yang terbaik untuk-Nya.

Sama seperti korban yang dipersembahkan haruslah yang tidak bercela, begitu juga dengan hidup kita. Berikan yang terbaik untuk Tuhan, bukan yang cacat atau sisa. Biarlah kita mempersembahkan hidup, waktu, harta, tubuh, tenaga, pelayanan, dan hati kita kepada Tuhan dengan sepenuh hati.

Selamat pagi dan Tuhan memberkati kita semua. Amin

Grow

Recent Posts

Perenungan Kisah Para Rasul 13 (Bagian 1) – Dipanggil untuk Pekerjaan Tuhan

Kisah Para Rasul pasal 13 menjadi titik penting dalam perjalanan pekabaran Injil. Di pasal inilah…

6 hours ago

Perenungan Kisah Para Rasul 12 (Bagian 3) – Ditinggikan atau Direndahkan?

Setelah peristiwa pembebasan Petrus, kisah beralih kepada Raja Herodes. Ia tampil di hadapan rakyat dengan…

2 days ago

Perenungan Kisah Para Rasul 12 (Bagian 2) – Ketika Tuhan Menjawab di Luar Dugaan

Mari kita lanjutkan Kisah Para Rasul pasal 12, ketika Petrus berada di dalam penjara. Situasinya…

3 days ago

Perenungan Kisah Para Rasul 12 (Bagian 1) – Di Tengah Tekanan, Tetap Berdoa

Mari kita belajar dari Kisah Para Rasul pasal 12, bagian awal yang menceritakan tentang penganiayaan…

4 days ago

Perenungan Kisah Para Rasul 11 (Bagian 3) – Iman yang Terlihat dalam Tindakan

Di bagian akhir Kisah Para Rasul pasal 11, kita melihat sebuah peristiwa yang sederhana, tetapi…

5 days ago

Perenungan Kisah Para Rasul 11 (Bagian 2) – Belajar Seperti Barnabas

Setelah orang-orang percaya di Yerusalem memahami penjelasan Petrus, kisah berlanjut kepada tersebarnya Injil ke berbagai…

6 days ago