Renungan Kitab Imamat

Perenungan Imamat 2 – Mengapa Harus Dibubuhi Garam?

Pena inspirasi menjelaskan mengenai garam di paragraf berikut ini. Silakan dibaca keseluruhannya.

Dalam upacara Bait Suci, garam ditambahkan pada setiap korban. Sebagaimana halnya dengan persembahan dupa, ini menandakan bahwa hanya kebenaran Kristus yang dapat menjadikan pelayanan itu berkenan kepada Allah. Mengacu pada kebiasaan ini. Yesus berkata, “Tiap-tiap korban pun harus dibubuhi dengan garam.” “Hendaklah kamu selalu mempunyai garam di dalam dirimu, dan berdamailah seorang dengan yang lain.” Semua orang yang mau mempersembahkan diri sebagai “persembahan yang hidup, yang kudus dan yang berkenan kepada Allah” (Roma 12:1), harus menerima garam yang menyelamatkan, kebenaran Juruselamat kita. Kemudian mereka menjadi “garam dunia,” yang menahan kejahatan di antara manusia, sebagaimana garam melindungi dari kebusukan. Mat. 5:13. Tetapi jika garam sudah menjadi tawar, jika hanya mengaku beribadat, tanpa kasih Kristus, maka tidak ada Kuasa bagi kebaikan. Kehidupan dapat memberikan pengaruh yang menyelamatkan kepada dunia. Kekuatan dan efisiensi dalam membina kerajaan-Ku, kata Yesus, bergantung pada penerimaanmu akan Roh-Ku. Engkau harus mengambil bagian dari anugerah-Ku, agar menjadi bau kehidupan menuju hidup. Dengan demikian tidak akan ada persaingan, tidak ada sifat mementingkan diri sendiri, tidak ada keinginan untuk tempat tertinggi. Engkau akan memiliki kasih yang tidak mencari keuntungan sendiri, melainkan keuntungan orang lain.

The Desire of Ages 439.2

Jadi, Garam yang menyelamatkan, yaitu kebenaran Kristus harus selalu ada dalam hidup kita untuk melindungi kita dari kejahatan. Itulah sebabnya pada korban bakaran haruslah dibubuhi garam.

Kiranya renungan hari ini boleh bermanfaat dan menjadi berkat bagi kita semua.

Selamat pagi dan Tuhan memberkati kita semua. Amin

Grow

Recent Posts

Perenungan Roma 1 (Bagian 3) – Ketika Manusia Menolak Allah

Paulus kemudian membawa kita kepada sebuah kenyataan yang serius. “Sebab murka Allah nyata dari sorga…

3 hours ago

Perenungan Roma 1 (Bagian 2) – Tidak Malu terhadap Injil

Paulus melanjutkan suratnya kepada jemaat di Roma dengan mengungkapkan kerinduannya untuk mengunjungi mereka. Ia berkata,…

1 day ago

Perenungan Roma 1 (Bagian 1) – Siapa Kita?

Paulus membuka suratnya kepada jemaat di Roma dengan memperkenalkan dirinya sebagai “… hamba Kristus Yesus,…

2 days ago

Perenungan Titus 3 (Bagian 7) – Berbuahlah

Pada bagian sebelumnya, kita diingatkan untuk tidak menghabiskan waktu dalam pertengkaran dan perdebatan yang sia-sia.…

3 days ago

Perenungan Titus 3 (Bagian 6) – Perdebatan

“Tetapi hindarilah persoalan yang dicari-cari dan yang bodoh, persoalan silsilah, percekcokan serta pertengkaran tentang hukum…

4 days ago

Perenungan Titus 3 (Bagian 5) – Iman yang Menghasilkan Perbuatan Baik

Paulus menunjukkan hasil yang seharusnya terlihat dari kehidupan yang telah menerima kasih karunia itu, yaitu…

5 days ago