Renungan Kitab Imamat

Perenungan Imamat 1 – Mengapa Dipotong-potong?

Mulai hari ini kita akan masuk ke kitab Imamat. Pasal ini menjelaskan tata cara mempersembahkan korban bakaran, salah satu jenis persembahan dalam sistem ibadah bangsa Israel. Silakan dibaca atau didengarkan secara lengkapnya di pasal ini.

Pena inspirasi mencatat mengenai kitab Imamat sebagai berikut, “Kita harus terbiasa dengan hukum keimamatan dalam segala hal; karena hukum itu berisi aturan-aturan yang harus dipatuhi; hukum itu berisi petunjuk yang jika dipelajari akan memampukan kita untuk lebih memahami aturan iman dan praktik yang harus kita ikuti dalam hubungan kita dengan satu sama lain.” (The SDA Bible Commentary Vol. 1, 1110.4)

Saat membaca aturannya, ada yang menarik. Mari kita baca ayat di bawah ini.

Mereka mempersembahkan lembu sebagai korban bukan hanya lembu utuh dipersembahkan, tetapi menguliti, memotong-motong bagian tubuh lembu itu. Ada bagian kepala, isi perut, betis, dan lainnya. Pelajaran apa yang kita dapatkan? Kenapa harus dipotong-potong sedemikian rupa?

“Pada zaman Israel kuno, korban-korban yang dibawa kepada imam besar dipotong-potong hingga ke tulang belakang untuk melihat apakah mereka sehat hatinya. Jadi, korban-korban yang kita bawa hari ini terbuka di hadapan mata tajam Imam Besar kita. Dia membuka dan memeriksa setiap korban yang dibawa oleh umat manusia, agar Dia dapat membuktikan apakah itu layak untuk dipersembahkan kepada Bapa.”

The SDA Bible Commentary Vol. 1, 1110.5

“Kristuslah yang menyelidiki hati dan menguji batin anak-anak manusia. Segala sesuatu telanjang dan terbuka di hadapan mata-Nya, yang kepada-Nya kita harus memberikan pertanggungan jawab, dan tidak ada satu makhluk pun yang tidak tampak di hadapan-Nya.”

The SDA Bible Commentary Vol. 1, 1110.5

Jadi, marilah kita selidiki hati kita masing-masing apakah saya sungguh-sungguh mengasihi Tuhan? Apakah masih ada dosa yang saya simpan? Selidiki diri kita masing-masing, jangan menyelidiki hati orang lain.

Kiranya renungan hari ini boleh memberkati kita semua.

Selamat pagi dan Tuhan memberkati kita semua. Amin

Grow

Recent Posts

Perenungan Kisah Para Rasul 28 (Bagian 5) – Jadilah Berkat di Mana Pun Tuhan Menempatkanmu

Selama tiga hari pertama di Pulau Malta, Paulus dan rombongannya diterima dengan ramah oleh Publius,…

3 hours ago

Perenungan Kisah Para Rasul 28 (Bagian 4) – Jangan Hidup Berdasarkan Penilaian Manusia

Ketika ular berbisa menggigit tangan Paulus, penduduk Malta segera mengambil kesimpulan. Mereka berkata: "Orang ini…

1 day ago

Perenungan Kisah Para Rasul 28 (Bagian 3) – Jangan Membiarkan Racun Tetap Melekat

Ketika ular berbisa menggigit tangan Paulus, semua orang yang melihatnya langsung menyimpulkan bahwa ia pasti…

2 days ago

Perenungan Kisah Para Rasul 28 (Bagian 2) – Tetap Melayani di Tengah Tantangan

Setelah tiba di Pulau Malta, Paulus bukan hanya berdiam diri menikmati kehangatan api yang telah…

3 days ago

Perenungan Kisah Para Rasul 28 (Bagian 1) – Kasih yang Dinyatakan Melalui Orang yang Tidak Kita Duga

Setelah selamat dari badai yang dahsyat, Paulus dan seluruh penumpang kapal akhirnya tiba di sebuah…

4 days ago

Perenungan Kisah Para Rasul 27 (Bagian 8) – Tuhan Setia Menepati Janji-Nya

Setelah berhari-hari diterpa badai, akhirnya kapal itu mendekati daratan. Para awak kapal berusaha mengarahkan kapal…

5 days ago