Renungan Kitab Hosea

Perenungan Hosea 3 – Ketika Pasanganku Selingkuh

Saat membaca pasal ini, saya tertarik sekali dengan ayat pertamanya karena membuat saya sangat menyadari kasih TUHAN yang begitu besar bagi kita semua. Mari kita baca ayatnya.

“Berfirmanlah TUHAN kepadaku: ‘Pergilah lagi, cintailah perempuan yang suka bersundal dan berzinah, seperti TUHAN juga mencintai orang Israel, sekalipun mereka berpaling kepada allah-allah lain dan menyukai kue kismis.’”

Hosea 3:1

Sangat menarik bukan? Saat membaca ayat ini, saya membayangkan bagaimana jika pasangan kita berselingkuh berkali-kali? Apakah kita akan memaafkannya berkali-kali juga? Ataukah kita hanya memaafkannya sekali atau bahkan tidak mau memaafkan?

Rasa sakit hati, kecewa, marah, sedih tentu saja bercampur menjadi satu saat kita melihat pasangan yang kita kasihi tidak setia kepada kita. Tetapi saat kita bisa merasakan hal demikian, kita pun seharusnya bisa memahami bagaimana jika kita tidak setia kepada TUHAN.

Pasal ini sangat menarik karena walaupun bangsa Israel berulang kali berdosa dan menyakiti hati TUHAN dengan berpaling kepada allah lain, tetapi TUHAN masih tetap mencintai orang Israel.

Ketika kita berdosa dan melakukan dosa yang sama terus, TUHAN masih tetap mengasihi kita. Ia masih mengharapkan kita kembali kepada-Nya dan bertobat. Ia membenci dosa itu, tetapi Ia mengasihi kita.

Ketika pasangan kita selingkuh, apakah kita tetap bisa mencintai dengan tulus dan mengampuni seperti TUHAN? Inilah kebesaran kasih Allah bagi kita. Tak heran ada sebuah lagu yang berjudul “Kasih Allah” yang liriknya sebagai berikut:

Kasih Allah tak terbilang
Lidah tak dapat uraikan
Lebih tinggi dari bintang
Lebih dalam dari lautan
Yang berdosa dis’lamatkan, Oleh korban Yesus
Yang t’lah sesat didamaikan, Dosanya terhapus
Oh kasih Allah yang limpah tak dapat diduga
Kasih yang kekal s’lamanya jadi lagu surga

Sebuah lagu mengingatkan kita begitu dalam kasih Allah bagi kita sehingga tak bisa diuraikan. Oleh karena itu saudara-saudaraku yang terkasih, marilah kita semua berdoa agar kita boleh tetap mengasihi dan setia kepada TUHAN sampai akhir. Amin.

Selamat pagi dan Tuhan memberkati kita semua. Amin

Grow

Recent Posts

Perenungan Roma 5 (Bagian 5) – Bermegah dalam Kesengsaraan

“Dan bukan hanya itu saja. Kita malah bermegah juga dalam kesengsaraan kita, karena kita tahu,…

7 hours ago

Perenungan Roma 5 (Bagian 4) – Bermegah dalam Pengharapan

Setelah mengatakan bahwa melalui Kristus kita memperoleh jalan masuk kepada kasih karunia, Paulus melanjutkan dalam…

1 day ago

Perenungan Roma 5 (Bagian 3) – Jalan Masuk kepada Kasih Karunia

Setelah menjelaskan bahwa kita memiliki damai dengan Allah melalui Yesus Kristus, Paulus melanjutkan dalam Roma…

2 days ago

Perenungan Roma 5 (Bagian 2) – Damai dengan Allah

Pada bagian sebelumnya, kita melihat bahwa kita dibenarkan karena iman. Sekarang Paulus melanjutkan dengan menunjukkan…

3 days ago

Perenungan Roma 5 (Bagian 1) – Dibenarkan karena Iman

Setelah menjelaskan tentang iman Abraham dalam Roma 4, Paulus melanjutkan dengan sebuah kesimpulan penting dalam…

4 days ago

Perenungan Roma 4 (Bagian 6) – Hidup oleh Iman kepada Kristus

Paulus sudah menjelaskan bahwa Abraham dibenarkan karena iman, bukan karena perbuatan. Ia percaya kepada janji…

5 days ago