Renungan Kitab Daniel

Perenungan Daniel 3 – Jangan Memaksa

Baca atau dengarkan audio Daniel pasal 3 hari ini agar mengerti kisahnya sebelum membahas renungan hari ini.

Kita sudah mengetahui kisah di pasal 3 ini adalah mengenai tiga pemuda Ibrani, yaitu Hananya, Misael, dan Azarya yang tetap berpegang teguh pada kebenaran.

Akhir dari kisah ini, mereka bertiga selamat dari perapian yang menyala-nyala hingga pada akhirnya Nebukadnezar memuji Tuhan (baca ayat 28) dan juga mengeluarkan sebuah perintah (baca ayat 29). Apakah yang dilakukan Nebukadnezar ini benar? Mari kita baca apa yang dituliskan oleh pena inspirasi.

“Dengan kata-kata yang seperti ini raja Babel berusaha menyebarluaskan kepada semua orang di bumi keyakinannya bahwa kuasa dan kewibawaan Allah orang Ibrani patut mendapat penghormatan yang setinggi-tingginya. Dan Allah merasa senang dengan usaha raja itu untuk menunjukkan penghormatan pada-Nya, dan membuat pengakuan kesetiaan raja itu tersebar seluas-luasnya ke seluruh kerajaan Babel.

Patriarchs and Prophets 510.3

Benarlah tindakan raja itu mengadakan pengakuan pada umum, dan berusaha meninggikan Allah yang di surga di atas semua Allah lain; tetapi dalam usaha memaksa rakyatnya supaya mengadakan pengakuan iman yang sama dan menunjukkan penghormatan yang sama, Nebukadnezar telah bertindak melampaui haknya sebagai pemerintah yang tidak kekal. Ia tidak mempunyai hal yang lebih besar, baik secara sipil maupun secara moral, untuk mengancam manusia dengan kematian karena tidak menyembah Allah, daripada ia harus mengadakan perintah melemparkan ke dalam api yang menyala-nyala semua orang yang tidak mau menyembah patung emas itu. Allah tidak pernah memaksa penurutan manusia. Ia membiarkan semua orang bebas memilih siapa yang mereka mau sembah.

Patriarchs and Prophets 510.4

Dari sini mungkin kita belajar banyak hal, tetapi saya secara pribadi diingatkan untuk tidak memaksa orang lain untuk mengakui iman yang sama. Kita boleh menyebarluaskan kebenaran, kita boleh memuji Tuhan, tetapi hendaklah kita tidak memaksa mereka untuk memiliki atau mengakui iman yang sama dengan kita. Biarlah mereka yang memilih kepada siapa mereka mau menyembah. Ingatlah apa yang dicatat oleh pena inspirasi.

“Allah tidak pernah memaksa penurutan manusia. Ia membiarkan semua orang bebas memilih siapa yang mereka mau sembah.”

Patriarchs and Prophets 510.4

Kiranya renungan hari ini boleh menyadarkan kita bersama untuk tidak memaksa orang lain mengakui iman yang sama dengan kita, tetapi ingatlah juga untuk tetap menyebarluaskan kebenaran yang Tuhan sudah titipkan kepada masing-masing kita.

Selamat pagi dan Tuhan memberkati kita semua. Amin

Grow

Recent Posts

Perenungan Kisah Para Rasul 23 (Bagian 4) – Kuatkan Hatimu

Setelah perdebatan yang sengit di Mahkamah Agama, keadaan Paulus masih jauh dari aman. Ia ditolak…

20 hours ago

Perenungan Kisah Para Rasul 23 (Bagian 3) – Pengharapan Kebangkitan

Sebelum melanjutkan pembahasan kisah ini, kita sedikit membahas mengenai kebangkitan. “Sebab orang-orang Saduki mengatakan, bahwa…

2 days ago

Perenungan Kisah Para Rasul 23 (Bagian 2) – Hikmat di Tengah Tekanan

Setelah dihadapkan kepada Mahkamah Agama, Paulus mendapati dirinya berada di tengah situasi yang sangat sulit.…

3 days ago

Perenungan Kisah Para Rasul 23 (Bagian 1) – Hati Nurani yang Bersih

Setelah ditangkap di Yerusalem, Paulus akhirnya dihadapkan kepada Mahkamah Agama Yahudi untuk memberikan pembelaan atas…

4 days ago

Perenungan Kisah Para Rasul 22 (Bagian 6) – Menggunakan Hak dengan Bijaksana

Setelah orang banyak menolak kesaksian Paulus, kepala pasukan Romawi memerintahkan agar Paulus diperiksa dengan cambuk…

5 days ago

Perenungan Kisah Para Rasul 22 (Bagian 5) – Tetap Setia Meski Ditolak

Ketika Paulus menceritakan bagaimana Tuhan memanggil dan mengutusnya kepada bangsa-bangsa lain, reaksi orang banyak berubah…

6 days ago