Renungan Kitab Ayub

Perenungan Ayub 36 – Alkitab Mencatat Proses Terjadinya Hujan

Salah satu ayat yang saya biasa gunakan untuk menjelaskan mengenai ilmu pengetahuan di dalam Alkitab adalah Ayub 36:27-28.

“Ia menarik ke atas titik-titik air, dan memekatkan kabut menjadi hujan, yang dicurahkan oleh mendung, dan disiramkan ke atas banyak manusia.”

Ayub 36:27-28

Memang itulah proses terjadinya hujan. Secara sains dicatatkan demikian mengenai 3 tahap atau proses terjadinya hujan (diambil dari https://www.cnnindonesia.com/edukasi/20230522161852-569-952572/3-proses-terjadinya-hujan-evaporasi-kondensasi-presipitasi.)

1. Evaporasi

Proses terjadinya hujan dimulai dari tahap evaporasi, yaitu peristiwa berubahnya air laut menjadi uap air.

Sinar matahari membuat berbagai air di permukaan bumi menghangat, seperti air laut, air sungai, air danau, dan lainnya. Setelah air menghangat, air akan berubah menjadi uap air dan menguap ke udara sampai ke langit.

2. Kondensasi

Setelah itu, uap air yang terkumpul di langit ditampung oleh awan. Kemudian terjadilah kondensasi, yaitu peristiwa berubahnya uap air menjadi kristal es di awan.

Setetes demi setetes air tersebut berkumpul dalam awan. Tetesan air tersebut mengembun, menabrak, hingga berkumpul menjadi satu. Akibatnya, awan semakin berat karena semakin banyak kandungan airnya.

3. Presipitasi

Ketika awan telah menjadi sangat berat, awan tak dapat lagi menampung air. Maka, perlahan air di awan mencair dan jatuh ke dataran.

Tahapan ini dikenal dengan istilah presipitasi, yaitu peristiwa pencairan awan menjadi butiran air. Butiran air dari awan yang jatuh ke dataran disebut sebagai hujan.

Air hujan yang jatuh ke dataran kemudian kembali lagi ke tanah, sungai, danau, hingga laut. Lalu berulang lagi ketiga tahapan itu sampai terjadi hujan lagi.

Berkaitan dengan hubungan Alkitab dan ilmu pengetahuan, kita sudah pernah membahas sedikit pada Seri Menyelidiki Alkitab. Silakan cek pada tautan ini: https://youtu.be/nnz9v-3EUxI?si=4TNWvaiQsv_3mVNL

Dari sini kita diingatkan bahwa ilmu pengetahuan yang benar adalah yang berdasarkan dengan Alkitab. Janganlah kita percaya ilmu pengetahuan yang bertentangan dengan Alkitab. Berhati-hatilah dengan semua ajaran dan biarlah Alkitab menjadi kompas kehidupan kita.

Selamat pagi dan Tuhan memberkati kita semua. Amin.

Grow

Recent Posts

Perenungan Titus 3 (Bagian 6) – Perdebatan

“Tetapi hindarilah persoalan yang dicari-cari dan yang bodoh, persoalan silsilah, percekcokan serta pertengkaran tentang hukum…

13 hours ago

Perenungan Titus 3 (Bagian 5) – Iman yang Menghasilkan Perbuatan Baik

Paulus menunjukkan hasil yang seharusnya terlihat dari kehidupan yang telah menerima kasih karunia itu, yaitu…

2 days ago

Perenungan Titus 3 (Bagian 4) – Awal dari Kehidupan Kekal

Keselamatan adalah pemberian kasih karunia. Namun, karya Allah tidak berhenti pada pengampunan. Allah juga memperbarui…

3 days ago

Perenungan Titus 3 (Bagian 3) – Bukan Karena Perbuatan Baik Kita

“Tetapi ketika nyata kemurahan Allah, Juruselamat kita, dan kasih-Nya kepada manusia, … Dia telah menyelamatkan…

4 days ago

Perenungan Titus 3 (Bagian 2) – Jangan Lupa Siapa Kita Dahulu

“Karena dahulu kita juga hidup dalam kejahilan: tidak taat, sesat, menjadi hamba berbagai-bagai nafsu dan…

5 days ago

Perenungan Titus 3 (Bagian 1) – Teladan di Tengah Masyarakat

Setelah mengajarkan tentang kehidupan yang seharusnya dimiliki oleh orang percaya, Paulus melanjutkan nasihatnya kepada Titus.…

6 days ago