Renungan Kitab Ayub

Perenungan Ayub 24 – Sandaran Terkuat Kita

“Allah memberinya keamanan yang menjadi sandarannya, dan mengawasi jalan-jalannya.”

Ayub 24:23

Jika hari ini kita merasa susah dan ditinggalkan, merasa bahwa seakan dunia ini tidak adil dan ketika kita merasa takut, ingatlah ayat tadi bahwa kita memiliki Allah yang akan selalu memberikan kita rasa aman dan juga menjadi sandaran kita.

Memiliki seseorang yang menjadi sandaran tentu saja menyenangkan dan membuat kita merasa aman, apalagi sandaran kita sangat kuat dan bisa melakukan segala sesuatu. Jika di dunia saat ini, banyak orang mungkin memiliki sandaran seperti orang yang punya kuasa yang besar, yang memiliki uang banyak, dll, tetapi sebagai umat Tuhan, kita memiliki sandaran yang lebih kuat dan hebat.

Allah adalah sandaran terkuat dan terhebat di dunia ini. Tidak ada yang bisa menandinginya dan bagi Allah tidak ada yang mustahil. Bukankah sandaran kita ini terjamin bisa diandalkan?

Oleh karena itu, janganlah kita takut dan bersandarlah kepada Allah yang hidup, maka percayalah bahwa kehidupan kita pasti berakhir dengan indah. Sandarkan hidup kita kepada TUHAN.

“Mereka menghadang aku pada hari sialku, tetapi TUHAN menjadi sandaran bagiku;”

Mazmur 18:19

“Karena TUHANlah yang akan menjadi sandaranmu, dan akan menghindarkan kakimu dari jerat.”

Amsal 3:26

Kiranya renungan hari ini boleh menguatkan kita semua.

Selamat pagi dan Tuhan memberkati kita semua. Amin.

Grow

Recent Posts

Perenungan Roma 1 (Bagian 4) – Menukar Kebenaran dengan Kebohongan

Setelah menjelaskan bagaimana manusia menolak Allah, Paulus menunjukkan akibat yang terjadi ketika manusia memilih untuk…

1 hour ago

Perenungan Roma 1 (Bagian 3) – Ketika Manusia Menolak Allah

Paulus kemudian membawa kita kepada sebuah kenyataan yang serius. “Sebab murka Allah nyata dari sorga…

1 day ago

Perenungan Roma 1 (Bagian 2) – Tidak Malu terhadap Injil

Paulus melanjutkan suratnya kepada jemaat di Roma dengan mengungkapkan kerinduannya untuk mengunjungi mereka. Ia berkata,…

2 days ago

Perenungan Roma 1 (Bagian 1) – Siapa Kita?

Paulus membuka suratnya kepada jemaat di Roma dengan memperkenalkan dirinya sebagai “… hamba Kristus Yesus,…

3 days ago

Perenungan Titus 3 (Bagian 7) – Berbuahlah

Pada bagian sebelumnya, kita diingatkan untuk tidak menghabiskan waktu dalam pertengkaran dan perdebatan yang sia-sia.…

4 days ago

Perenungan Titus 3 (Bagian 6) – Perdebatan

“Tetapi hindarilah persoalan yang dicari-cari dan yang bodoh, persoalan silsilah, percekcokan serta pertengkaran tentang hukum…

5 days ago