Renungan Kitab 2 Tawarikh

Perenungan 2 Tawarikh 3 – Jangan Memasukkan Sesuatu yang Najis

Pasal ini menceritakan tentang catatan proses pembangunan Bait Suci oleh Raja Salomo.

Pernahkah kita bertanya mengapa Salomo mendirikan rumah Tuhan di gunung Moria?

Gunung Moria adalah tempat yang sangat berarti karena di sanalah Abraham hampir mengorbankan Ishak (Kejadian 22), dan tempat Daud membangun mezbah ketika Allah menghentikan tulah (1 Tawarikh 21). Kini, di tempat itu pula Salomo membangun rumah Tuhan.

Selain itu, rumah Tuhan ini dibangun dengan sangat megah; dibangun dengan emas, batu permata, dan bahan terbaik. Dari sini kita bisa melihat bahwa Salomo dan juga Daud yang mempersiapkan bahannya memberikan yang terbaik untuk rumah Tuhan.

Berbicara mengenai rumah Tuhan atau bait suci, itu bukan hanya berbicara mengenai bangunan saja, tetapi juga berbicara mengenai diri kita, tubuh kita. Benarkah demikian? Mari kita baca ayat di bawah ini.

Jadi, jika tubuh kita adalah bait Allah, maka sama seperti yang Salomo dan Daud lakukan kepada Bait Allah, kita pun haruslah demikian.

Tubuh kita haruslah diperlakukan dengan baik. Jagalah kesehatan tubuh kita. Jangan memasukkan sesuatu yang najis atau sesuatu yang buruk bagi tubuh kita.

Selamat pagi dan Tuhan memberkati kita semua. Amin

Grow

Recent Posts

Perenungan Kisah Para Rasul 28 (Bagian 8) – Injil Tidak Dapat Dipenjarakan

Kitab Kisah Para Rasul ditutup dengan sebuah pemandangan yang sederhana, tetapi penuh makna. Paulus memang…

7 hours ago

Perenungan Kisah Para Rasul 28 (Bagian 7) – Tetap Setia Menyampaikan Kebenaran

Sesampainya di Roma, Paulus tidak membuang waktu. Meskipun masih berstatus sebagai tahanan rumah, ia segera…

1 day ago

Perenungan Kisah Para Rasul 28 (Bagian 6) – Tuhan Tidak Pernah Lupa Janji-Nya

Setelah tinggal selama tiga bulan di Pulau Malta, Paulus dan rombongannya kembali melanjutkan perjalanan menuju…

2 days ago

Perenungan Kisah Para Rasul 28 (Bagian 5) – Jadilah Berkat di Mana Pun Tuhan Menempatkanmu

Selama tiga hari pertama di Pulau Malta, Paulus dan rombongannya diterima dengan ramah oleh Publius,…

3 days ago

Perenungan Kisah Para Rasul 28 (Bagian 4) – Jangan Hidup Berdasarkan Penilaian Manusia

Ketika ular berbisa menggigit tangan Paulus, penduduk Malta segera mengambil kesimpulan. Mereka berkata: "Orang ini…

4 days ago

Perenungan Kisah Para Rasul 28 (Bagian 3) – Jangan Membiarkan Racun Tetap Melekat

Ketika ular berbisa menggigit tangan Paulus, semua orang yang melihatnya langsung menyimpulkan bahwa ia pasti…

5 days ago