Renungan Kitab 2 Raja-Raja

Perenungan 2 Raja-raja 4 – Keajaiban Pelunasan Hutang

Keajaiban dan kebaikan Tuhan akan bisa dirasakan kepada umat-umat-Nya khususnya bagaimana cara Tuhan bekerja menolong mereka yang sedang menghadapi masalah. Kisah ini juga menceritakan hal tersebut. Mari baca atau dengarkan kisah lengkapnya di pasal ini.

Ada salah seorang istri dari para nabi yang mengadu masalahnya kepada nabi Elisa karena suaminya sudah mati dan penagih hutang datang untuk mengambil anaknya menjadi budak (ayat 1).

Lalu ketika Elisa bertanya apa yang ia punyai, ia menjawab, “… Hambamu ini tidak punya sesuatu apa pun di rumah, kecuali sebuah buli-buli berisi minyak.” (2 Raja-raja 4:2)

Kira-kira apakah sebuah buli-buli berisi minyak ini bisa melunasi hutang? Tentu saja tidak! Mungkin jika buli-bulinya banyak, bisa melunasi hutang. Lalu bagaimana caranya wanita ini melunasi hutangnya? Dan bagaimana Elisa menyelesaikan masalah ini?

Apa yang terjadi berikutnya?

Ketika anak-anaknya mendapatkan bejana-bejana dari tetangganya, ia menutup pintu lalu anak-anaknya masuk dan ia menuangkan minyak dari bejananya ke bejana-bejana tetangganya (ayat 5-6). Ajaibnya adalah minyak itu terus mengalir mengisi semua bejana hingga penuh dan minyak itu berhenti mengalir ketika bejana sudah habis. Sebuah keajaiban, bukan?

Membaca kisah ini rasanya mustahil, tetapi yang perlu kita ingat adalah “… Tidak ada yang mustahil bagi orang yang percaya!” (Markus 9:23)

Dan ia menjual minyak tersebut untuk membayar hutangnya serta bisa hidup dari lebihnya.

Inilah keajaiban Tuhan dalam menolong kita yang percaya dan setia kepada Tuhan, tetapi ingatlah bahwa keajaiban itu tidak akan terjadi jika wanita tersebut dan anak-anaknya tidak menuruti apa yang diperintahkan oleh Elisa.

Oleh karena itu percayalah dengan apa yang dicatatkan oleh Pemazmur, “Dahulu aku muda, sekarang telah menjadi tua, tetapi tidak pernah kulihat orang benar ditinggalkan, atau anak cucunya meminta-minta roti;” (Mazmur 37:25)

Kiranya renungan hari ini boleh memberkati kita semua.

Selamat pagi dan Tuhan memberkati kita semua. Amin

Grow

Recent Posts

Perenungan Kisah Para Rasul 28 (Bagian 3) – Jangan Membiarkan Racun Tetap Melekat

Ketika ular berbisa menggigit tangan Paulus, semua orang yang melihatnya langsung menyimpulkan bahwa ia pasti…

8 hours ago

Perenungan Kisah Para Rasul 28 (Bagian 2) – Tetap Melayani di Tengah Tantangan

Setelah tiba di Pulau Malta, Paulus bukan hanya berdiam diri menikmati kehangatan api yang telah…

1 day ago

Perenungan Kisah Para Rasul 28 (Bagian 1) – Kasih yang Dinyatakan Melalui Orang yang Tidak Kita Duga

Setelah selamat dari badai yang dahsyat, Paulus dan seluruh penumpang kapal akhirnya tiba di sebuah…

2 days ago

Perenungan Kisah Para Rasul 27 (Bagian 8) – Tuhan Setia Menepati Janji-Nya

Setelah berhari-hari diterpa badai, akhirnya kapal itu mendekati daratan. Para awak kapal berusaha mengarahkan kapal…

3 days ago

Perenungan Kisah Para Rasul 27 (Bagian 7) – Bersyukur di Tengah Badai

Sudah empat belas hari mereka terombang-ambing di tengah badai. Mereka hampir tidak makan karena rasa…

4 days ago

Perenungan Kisah Para Rasul 27 (Bagian 6) – Ketaatan

Tuhan telah memberikan janji melalui Paulus bahwa tidak seorang pun di kapal itu akan binasa.…

5 days ago