Renungan Kitab 1 Raja-Raja

Perenungan 1 Raja-raja 22 – Mendidik Anak

Ada raja baik yang memiliki ayah yang jahat atau sebaliknya. Tetapi ada juga raja baik yang memiliki ayah yang baik, begitu juga raja yang jahat memiliki ayah yang jahat juga. Tetapi jika kita perhatikan selama membahas kitab 1 Raja-raja ini, maka kita melihat ada beberapa nama ibu yang ditulis. Salah satu contohnya adalah di ayat 42.

Tidak ada sebuah pola yang pasti bahwa ayah yang baik makanya anaknya pasti baik, tetapi peran orang tua sangat penting di dalam pendidikan anak. Jangan sampai anak kita menjadi jahat karena melihat tingkah laku kita sebagai orang tua atau karena didikan orang tua yang salah. Walau alasan orang bisa menjadi baik atau jahat juga dipengaruhi banyak hal, tetapi pendidikan orang tua sangat penting. Orang tua ini bukan hanya tugas dari seorang ayah atau ibu saja, tetapi keduanya. Itulah sebabnya ada nama ibu yang juga dicatat.

“Guru yang pertama dari seorang anak adalah ibunya. Selama masa seorang anak paling peka dan paling cepat bertumbuh, pendidikannya sedemikian jauh ada di tangan ibunya. Kepadanya mula-mula diberikan kesempatan untuk membentuk tabiat mengarah pada kebaikan atau kejahatan.”

Membina Anak yang Bertanggung Jawab 59.1

“Di atas bahu para bapa sebagaimana juga para ibu tertanggung suatu tanggung jawab untuk mendidik seorang anak pada masa kecilnya sebagaimana juga pada hari-hari selanjutnya ….”

Membina Anak yang Bertanggung Jawab 60.2

Lalu apa buku pedoman terbaik dalam mendidik anak?

“Kitab Suci, sebuah buku yang penuh dengan petunjuk, harus menjadi buku pelajaran mereka. Jikalau mereka mendidik anak-anak mereka sesuai dengan peraturan-peraturannya, maka mereka bukan saja menempatkan anak-anak muda ini pada jalan yang benar, tetapi juga mereka mendidik diri sendiri di dalam tugas yang paling suci.”

Membina Anak yang Bertanggung Jawab 62.1

Jadi, marilah kita jadikan Alkitab sebagai pedoman dalam mendidik anak-anak kita.

Selamat pagi dan Tuhan memberkati kita semua. Amin

Grow

Recent Posts

Perenungan Kisah Para Rasul 26 (Bagian 1) – Kesempatan untuk Bersaksi

Setelah berbagai tuduhan dan persidangan yang dialaminya, Paulus kini berdiri di hadapan Raja Agripa, Bernike,…

3 hours ago

Perenungan Kisah Para Rasul 25 (Bagian 6) – Kesempatan untuk Bersaksi

Setelah mendengar penjelasan Festus mengenai perkara Paulus, Raja Agripa berkata: “… ‘Aku ingin mendengar orang…

1 day ago

Perenungan Kisah Para Rasul 25 (Bagian 5) – Yesus yang Hidup

Setelah Paulus naik banding kepada Kaisar, Raja Agripa dan Bernike datang mengunjungi Festus di Kaisarea.…

2 days ago

Perenungan Kisah Para Rasul 25 (Bagian 4) – Tuhan Sudah Menyiapkan Jalannya

Ketika Paulus naik banding kepada Kaisar, Festus tidak memiliki pilihan selain mengirimnya ke Roma. Keputusan…

3 days ago

Perenungan Kisah Para Rasul 25 (Bagian 3) – Memimpin Langkah Kita

Setelah mendengar tuduhan terhadap Paulus, Festus menghadapi sebuah dilema. Ia ingin menyenangkan orang-orang Yahudi, tetapi…

4 days ago

Perenungan Kisah Para Rasul 25 (Bagian 2) – Tetap Teguh di Tengah Tuduhan

Setelah Festus tiba di Kaisarea, ia memerintahkan agar Paulus dihadapkan kembali ke pengadilan. Orang-orang Yahudi…

5 days ago