Renungan Kitab 1 Raja-Raja

Perenungan 1 Raja-raja 17 – Alasan Mengapa Tuhan Tidak Menurunkan Hujan

Pembelajaran hari ini panjang, jadi siapkan waktu khusus untuk membacanya.

Pada pasal ini diceritakan bahwa orang Israel akan mengalami suatu bencana karena tidak akan ada embun atau hujan yang terjadi. Elia datang kepada Ahab dengan sebuah pehukuman.

“Kepada Elialah tugas untuk menyampaikan berita pehukuman Surga bagi Ahab, dipercayakan.”

Prophets and Kings 120.2

Apa yang terjadi ketika tidak ada embun atau hujan?

“… Panas terik matahari membinasakan tumbuh-tumbuhan … Sungai-sungai menjadi kering … Padang-padang yang tadinya subur telah berubah bagaikan padang pasir yang hangus … Udara kering dan mencekik; topan debu yang membutakan yang hampir-hampir membuat napas berhenti … Bala kelaparan dengan segala kengeriannya semakin lama semakin dekat.”

Prophets and Kings 124.3

Lalu pernahkah kita bertanya, “Mengapa harus bencana seperti ini? Mengapa bukan yang lain seperti wabah penyakit atau menjadi tawanan perang?”

Jawabannya berhubungan dengan renungan kita pada pasal 16. Silakan baca ulang renungan berjudul “Perenungan 1 Raja-raja 16 – Baal dan Asyera” di beberapa media sosial kami:

IG: https://www.instagram.com/p/DEn8tSgh-um/?igsh=aTZscjVtd3p4bjNw 

FB: https://www.facebook.com/share/p/15aRHxdevR/?mibextid=oFDknk

Telegram: https://t.me/growithim/6742

Website: https://growithim.org/renungan/renungan-kitab-1-raja-raja/perenungan-1-raja-raja-16-baal-dan-asyera/

Sebelum menjawab pertanyaan itu, mari kita lihat respons dari raja Ahab dan orang Israel. Apakah ada pertobatan?

“Untuk menentang Allah yang di surga, raja Ahab memanggil imam-imam Baal mempersembahkan korban-korban persembahan siang dan malam untuk menyegarkan bumi dengan hujan.”

Para Nabi dan Raja 71.2

“Untuk tetap memikat rakyat dalam penipuan, imam-iman Baal terus mempersembahkan korban kepada allah-allah mereka dan berseru kepada allah-allah itu siang malam agar menurunkan hujan.”

Prophets and Kings 124.2

Apakah hujan turun? Tentu saja tidak!

“Namun, walaupun kuasa Allah yang menyebabkan peristiwa-peristiwa ini, Israel tetap saja tidak bertobat, atau pun mempelajari pelajaran yang Allah inginkan supaya mereka pelajari.”

Prophets and Kings 125.1

Pelajaran apa yang Allah ingin ajarkan?

“Pekabaran Allah kepada Ahab memberikan kesempatan bagi Izebel dan imam-imamnya serta semua pengikut Baal dan Asytoret untuk menguji kuasa dewa-dewa mereka, dan jika mungkin, untuk membuktikan bahwa perkataan Elia salah.”

Prophets and Kings 124.1

Dan mereka juga meyakini bahwa “… Baal masih bisa memberikan embun dan hujan, sehingga aliran sungai terus mengalir dan tumbuh-tumbuhan tumbuh subur, maka biarlah raja Israel menyembah dia [dewa-dewa] dan rakyat mengatakan bahwa dia [dewa-dewa] adalah allah.” (Prophets and Kings 124.1)

Tapi ternyata dewa-dewa yang mereka percayai dan sembah tidak bisa berbuat apa-apa. Hujan tetap tidak turun.

Jadi, jawaban “Mengapa Tuhan tidak menurunkan hujan?” adalah karena Tuhan mau memberitahu mereka bahwa segala kemakmuran dan kesuburan tanah yang mereka nikmati itu semuanya berasal dari Tuhan dan bukan dari Baal atau Asyera yang mereka percayai sebagai pemberi hujan atau kesuburan. Itulah sebabnya pada pasal sebelumnya sudah dijelaskan siapa Baal dan Asyera itu.

Hari ini kita belajar dan diingatkan bahwa semua yang kita miliki saat ini berasal dari Allah Pencipta. Oleh karena itu, sembahlah Pencipta kita dan bukan ciptaan. Dan juga kita diingatkan untuk bertobat ketika kita tahu bahwa kita sudah berbuat dosa.

Kiranya renungan ini boleh memberkati kita semua.

Selamat pagi dan Tuhan memberkati kita semua. Amin

Grow

Recent Posts

Perenungan Titus 1 (Bagian 1) – Janji Allah Tidak Pernah Gagal

“dan berdasarkan pengharapan akan hidup yang kekal yang sebelum permulaan zaman sudah dijanjikan oleh Allah…

3 hours ago

Perenungan Kisah Para Rasul 28 (Bagian 8) – Injil Tidak Dapat Dipenjarakan

Kitab Kisah Para Rasul ditutup dengan sebuah pemandangan yang sederhana, tetapi penuh makna. Paulus memang…

1 day ago

Perenungan Kisah Para Rasul 28 (Bagian 7) – Tetap Setia Menyampaikan Kebenaran

Sesampainya di Roma, Paulus tidak membuang waktu. Meskipun masih berstatus sebagai tahanan rumah, ia segera…

2 days ago

Perenungan Kisah Para Rasul 28 (Bagian 6) – Tuhan Tidak Pernah Lupa Janji-Nya

Setelah tinggal selama tiga bulan di Pulau Malta, Paulus dan rombongannya kembali melanjutkan perjalanan menuju…

3 days ago

Perenungan Kisah Para Rasul 28 (Bagian 5) – Jadilah Berkat di Mana Pun Tuhan Menempatkanmu

Selama tiga hari pertama di Pulau Malta, Paulus dan rombongannya diterima dengan ramah oleh Publius,…

4 days ago

Perenungan Kisah Para Rasul 28 (Bagian 4) – Jangan Hidup Berdasarkan Penilaian Manusia

Ketika ular berbisa menggigit tangan Paulus, penduduk Malta segera mengambil kesimpulan. Mereka berkata: "Orang ini…

5 days ago