“Sedang Yerobeam berdiri di atas mezbah itu sambil membakar korban, maka atas perintah TUHAN datanglah seorang abdi Allah dari Yehuda ke Betel.”
1 Raja-raja 13:1
Saat membaca pasal ini, kita bisa melihat bahwa ada seorang yang menjadi utusan Tuhan untuk menyampaikan pesan. Pada zaman perjanjian lama, ada banyak nabi yang dicatatkan.
“Nabi, sebagai utusan Allah, telah menegur dosa-dosa manusia, mencela mereka atas hukuman Allah karena kejahatan mereka.”
Testimonies for the Church, Vol. 3, 278.2
Teguran yang diberikan tentu saja ada orang yang menerimanya dan ada juga yang tidak menerimanya. Lalu apa respons dari raja Yerobeam?
“Demi raja Yerobeam mendengar perkataan abdi Allah yang diserukannya terhadap mezbah di Betel itu, ia mengulurkan tangannya dari atas mezbah dan berkata: “Tangkaplah dia!” Tetapi tangan yang diulurkannya terhadap orang itu menjadi kejang, sehingga tidak dapat ditariknya kembali.”
1 Raja-raja 13:4
“Melalui pesan nabi tersebut, raja Israel seharusnya dituntun untuk bertobat dan meninggalkan tujuan jahatnya, yang membuat bangsanya menjauh dari ibadat sejati kepada Tuhan. Namun dia mengeraskan hatinya dan bertekad untuk mengikuti jalan yang dia pilih sendiri.”
Conflict and Courage 202.4
Ingatlah untuk tidak menjadi seperti raja Yerobeam. Ingatlah juga bahwa “Tuhan berupaya menyelamatkan, bukan menghancurkan. Dia senang dengan penyelamatan orang-orang berdosa.” (Conflict and Courage 202.5)
“Katakanlah kepada mereka: Demi Aku yang hidup, demikianlah firman Tuhan ALLAH, Aku tidak berkenan kepada kematian orang fasik, melainkan Aku berkenan kepada pertobatan orang fasik itu dari kelakuannya supaya ia hidup. Bertobatlah, bertobatlah dari hidupmu yang jahat itu! …. ”
Yehezkiel 33:11
Kiranya renungan hari ini boleh memberkati kita semua.
Selamat pagi dan Tuhan memberkati kita semua. Amin