Renungan Kitab 1 Korintus

Perenungan 1 Korintus 11 – Mengikut Manusia yang Mengikut Kristus

Dalam ayat ini, Rasul Paulus mengajak jemaat untuk meneladani hidupnya, tetapi bukan karena kehebatannya sendiri. Ia berkata demikian karena hidupnya berusaha mengikuti Kristus. Artinya, teladan yang sejati tetaplah Kristus.

Alkitab mencatat kisah Raja Daud yang pernah dikenal sebagai pemimpin yang adil dan berintegritas. Namun ketika ia menjauh dari Allah, ia jatuh dalam dosa dengan Batsyeba, yaitu istri Uria. Untuk menutupi dosanya, Raja Daud memerintahkan Yoab untuk menempatkan Uria di garis depan perang hingga terbunuh (2 Samuel 11). Walaupun Daud adalah raja yang diurapi Allah, perintahnya saat itu bertentangan dengan hukum Tuhan dan Yoab mematuhinya.

“Yoab, yang kesetiaannya telah diberikan kepada raja daripada kepada Allah, melanggar hukum Allah karena raja memerintahkannya.”

Patriarchs and Prophets 719.2

“Kuasa Daud telah diberikan kepadanya oleh Allah, tetapi hanya boleh dijalankan sesuai dengan hukum Allah. Ketika ia memerintahkan sesuatu yang bertentangan dengan hukum Allah, maka menaatinya menjadi dosa. ‘Tidak ada pemerintah, yang tidak berasal dari Allah’ (Roma 13:1), tetapi kita tidak boleh menaati mereka jika bertentangan dengan hukum Allah. Rasul Paulus, menulis kepada jemaat di Korintus, menjelaskan prinsip yang harus menjadi pedoman kita. Ia berkata, ‘Jadilah pengikutku, sama seperti aku juga menjadi pengikut Kristus.’ 1 Korintus 11:1.”

Patriarchs and Prophets 719.3

Kisah ini mengajarkan bahwa kekuasaan atau kedudukan tidak menjadikan seseorang selalu benar. Ketika perintah manusia bertentangan dengan kehendak Allah, maka kesetiaan kepada Allah harus diutamakan. Itulah sebabnya Paulus berkata, “Jadilah pengikutku, sama seperti aku juga menjadi pengikut Kristus.”

Prinsipnya jelas, yaitu kita boleh meneladani seseorang selama ia hidup sesuai dengan kehendak Kristus. Namun ketika manusia menyimpang dari kehendak Allah, jangan ikuti mereka. Ingatlah standar kita adalah firman Tuhan, dan teladan kita adalah Kristus.

“Kristus adalah teladan kita dalam segala hal.”

Confrontation 50.2

Kiranya renungan ini boleh bermanfaat bagi kita semua.

Selamat pagi dan Tuhan memberkati kita semua. Amin

Grow

Recent Posts

Perenungan Kisah Para Rasul 19 (Bagian 1) – Kuasa yang Mengubahkan Hidup

Ketika tiba di Efesus, Paulus bertemu dengan beberapa murid dan mengajukan sebuah pertanyaan yang menarik:…

23 hours ago

Perenungan Kisah Para Rasul 18 (Bagian 4) – Hati yang Mau Diajar

Di bagian akhir Kisah Para Rasul 18, Alkitab memperkenalkan seorang bernama Apolos. Ia adalah orang…

2 days ago

Perenungan Kisah Para Rasul 18 (Bagian 3) – Ketika Tuhan Menggagalkan Rencana Manusia

Ketika pelayanan Paulus di Korintus semakin berkembang, orang-orang Yahudi yang menolak Injil mulai melawan Paulus.…

3 days ago

Perenungan Kisah Para Rasul 18 (Bagian 2) – Jangan Diam

Di Korintus, pelayanan Paulus tidak selalu berjalan mudah. Ketika ia memberitakan Injil, sebagian orang mulai…

4 days ago

Perenungan Kisah Para Rasul 18 (Bagian 1) – Menjadi Saksi

Setelah meninggalkan Atena, Paulus tiba di Korintus. Di sana ia bertemu dengan sepasang suami istri,…

5 days ago

Perenungan Kisah Para Rasul 17 (Bagian 4) – Tetap Setia Menyampaikan Kebenaran

Setelah Paulus menjelaskan tentang Allah yang benar di Atena, ia mulai berbicara tentang pertobatan dan…

6 days ago