Renungan

Perenungan Ayub 11 – Ikuti Apa yang Sudah Dinyatakan

“Dapatkah engkau memahami hakekat Allah, menyelami batas-batas kekuasaan Yang Mahakuasa? Tingginya seperti langit — apa yang dapat kaulakukan? Dalamnya melebihi dunia orang mati — apa yang dapat kauketahui? Lebih panjang dari pada bumi ukurannya, dan lebih luas dari pada samudera.”

Ayub 11:7-9

Tentu saja kita tidak bisa memahami Allah sepenuhnya. Itulah sebabnya pena inspirasi mencatat:

“Banyak orang, terutama orang-orang yang masih muda dalam kehidupan Kristen, sering gelisah karena hasutan keragu-raguan. Di dalam Alkitab banyak terdapat hal-hal yang tidak dapat diterangkan mereka atau pun dipahami, dan Setan menggunakan ini untuk mengguncangkan iman mereka atas Alkitab itu sebagai satu wahyu yang datang dari Tuhan. Mereka bertanya: ‘Bagaimanakah saya dapat mengetahui jalan yang benar? Jika Alkitab itu sesungguhnya firman Tuhan, bagaimanakah saya dapat dibebaskan dari kebimbangan dan kebingungan?’”

Kebahagiaan Sejati 98.1

“Allah tidak pernah meminta kita mempercayai, tanpa memberikan bukti yang cukup atas mana iman kita didasarkan. Adanya Allah, tabiat-Nya, kebenaran firman-Nya, semuanya telah diteguhkan melalui kesaksian yang menarik pikiran kita, dan kesaksian semacam ini berlimpah-limpah adanya. Namun demikian Tuhan Allah tidak pernah menjauhkan kemungkinan bimbang Iman kita haruslah dialaskan atas bukti, bukanlah di atas pertunjukan. Orang-orang yang ingin bimbang mempunyai kesempatan untuk itu, sedangkan orang-orang yang sungguh-sungguh ingin mengetahui kebenaran akan memperoleh banyak bukti-bukti atas mana mereka taruh iman mereka.”

Kebahagiaan Sejati 98.2

“Mustahil sekali pikiran yang terbatas dengan sepenuhnya memahami semua sifat pekerjaan Allah Yang Tiada Batasnya itu. Bagi pikiran yang cerdas sekalipun, otak yang dididik setinggi-tingginya, kepadanya Allah masih tetap harus merupakan rahasia.”

Kebahagiaan Sejati 99.1

Oleh karena itu, jika hari ini ada hal-hal yang kita belum pahami dan mengerti, ingatlah bahwa “Hal-hal yang tersembunyi ialah bagi TUHAN, Allah kita, tetapi hal-hal yang dinyatakan ialah bagi kita dan bagi anak-anak kita sampai selama-lamanya, supaya kita melakukan segala perkataan hukum Taurat ini.” (Ulangan 29:29)

Jadi, apa yang sudah tertulis di dalam firman-Nya, apa yang sudah dinyatakan bagi kita, marilah kita ikuti dan turuti. Kehendak Allah yang dinyatakan melalui firman-Nya itulah yang kita harus percayai dan lakukan.

Selamat pagi dan Tuhan memberkati kita semua. Amin

Grow

Recent Posts

Perenungan Roma 8 (Bagian 8) – Menantikan Penebusan dengan Tekun

“Dan bukan hanya mereka saja, tetapi kita yang telah menerima karunia sulung Roh, kita juga…

18 hours ago

Perenungan Roma 8 (Bagian 7) – Dua Pengkhotbah

Renungan hari ini panjang. Pastikan Anda menyediakan waktu khusus untuk membaca sedikit lebih lama dari…

2 days ago

Perenungan Roma 8 (Bagian 6) – Penderitaan Sekarang dan Kemuliaan yang Akan Datang

“Sebab aku yakin, bahwa penderitaan zaman sekarang ini tidak dapat dibandingkan dengan kemuliaan yang akan…

3 days ago

Perenungan Roma 8 (Bagian 5) – Anak-Anak Allah

“Sebab kamu tidak menerima roh perbudakan yang membuat kamu menjadi takut lagi, tetapi kamu telah…

4 days ago

Perenungan Roma 8 (Bagian 4) – Mematikan Perbuatan Daging

“Sebab, jika kamu hidup menurut daging, kamu akan mati; tetapi jika oleh Roh kamu mematikan…

5 days ago

Perenungan Roma 8 (Bagian 3) – Kematian untuk Sementara

“Tetapi jika Kristus ada di dalam kamu, maka tubuh memang mati karena dosa, tetapi roh…

6 days ago