Renungan

Penting untuk Berjaga-jaga?

Apa itu berjaga-jaga? Berjaga-jaga artinya tetap waspada terhadap segala hal,dan terutama dalam hal-hal negatif. Berjaga-jaga, bersiap-siap, awas atau berhati-hati itu sudah menjadi satu kesatuan.

Pentingkah untuk kita berjaga-jaga? 

Ya tentu saja penting, karena hari-hari yang kita jalani ini penuh dengan misteri, kejutan atau hal-hal yang tak terduga yang bisa saja terjadi kapanpun. 

Dalam hal ini penting juga bagi kita untuk berjaga-jaga akan kedatangan Tuhan Yesus Yang Kedua Kali. 

Sudah siapkah kita akan hal itu?

Alkitab mengatakan, “Sebab itu, hendaklah kamu juga siap sedia, karena Anak Manusia datang pada saat yang tidak kamu duga.” (Matius 24: 44)

Injil Matius mengajak agar kita semua terus berjaga-jaga.

Yesus memberikan gambaran bagaimana harus berjaga-jaga, dengan mengatakan di dalam Matius 24:43-44, “Tetapi ketahuilah ini: Jika tuan rumah tahu pada waktu mana pada malam hari pencuri akan datang, sudahlah pasti ia berjaga-jaga, dan tidak akan membiarkan rumahnya dibongkar. Sebab itu, hendaklah kamu juga siap sedia, karena Anak Manusia datang pada saat yang tidak kamu duga.”

Berjaga-jaga artinya kita harus mempersiapkan karakter yang baik sesuai dengan firman-Nya dan menaruh iman kita kepada Kristus. Agar kapan pun Dia datang, kita sudah siap. Dengan bersiap secara karakter akan membuat kedatangan-Nya justru menjadi sukacita bagi kita.

Sudah siapkah kita? Pertanyaan ini yang harus kita ingat setiap hari dan mempersiapkan diri kita. Sehingga ketika Tuhan datang kedua kali kita didapati setia dan menjadi hamba yang baik seperti tertulis di dalam Matius 25:23, “Maka kata tuannya itu kepadanya: Baik sekali perbuatanmu itu, hai hambaku yang baik dan setia, engkau telah setia memikul tanggung jawab dalam perkara yang kecil, aku akan memberikan kepadamu tanggung jawab dalam perkara yang besar. Masuklah dan turutlah dalam kebahagiaan tuanmu.”

Jadi jangan sampai kita menjadi hamba yang tidak setia yaitu hamba yang lalai dalam memperbaiki karakternya dan akhirnya tidak masuk dalam kerajaan surga.

Selamat Sabat dan Tuhan memberkati kita semua. Amin.

Grow

Recent Posts

Perenungan Roma 9 (Bagian 5) – Siapakah Kita untuk Membantah Allah?

“Siapakah kamu, hai manusia, maka kamu membantah Allah? Dapatkah yang dibentuk berkata kepada yang membentuknya:…

10 hours ago

Perenungan Roma 9 (Bagian 4) – Apakah Allah Tidak Adil?

“Jadi hal itu tidak tergantung pada kehendak orang atau usaha orang, tetapi kepada kemurahan hati…

1 day ago

Perenungan Roma 9 (Bagian 3) – Rencana Allah dan Pilihan-Nya

Pada bagian sebelumnya Paulus menjelaskan bahwa keturunan jasmani saja tidak otomatis menjadikan seseorang ahli waris…

2 days ago

Perenungan Roma 9 (Bagian 2) – Janji Allah Tidak Pernah Gagal

“Akan tetapi firman Allah tidak mungkin gagal. Sebab tidak semua orang yang berasal dari Israel…

3 days ago

Perenungan Roma 9 (Bagian 1) – Hati yang Merindukan Keselamatan Orang Lain

“Sejak pertobatannya [Paulus], ia sangat rindu untuk menolong saudara-saudara sebangsanya agar memperoleh pemahaman yang jelas…

4 days ago

Perenungan Roma 8 (Bagian 14) – Tidak Ada yang Dapat Memisahkan Kita dari Kasih Allah

“Sebab aku yakin, bahwa baik maut, maupun hidup, baik malaikat-malaikat, maupun pemerintah-pemerintah, baik yang ada…

5 days ago