Renungan

Migrasi Binatang

Para ilmuwan masih bingung tentang bagaimana binatang mengetahui kapan waktu mereka untuk bermigrasi. Dan bagaimana mereka tidak pernah salah dalam menemukan jalan mereka kembali kepada pantai, aliran sungai, atau tempat mereka pertama kali diberi makan yang belum pernah mereka lihat sejak lahir?

Coba perhatikan kura-kura hijau yang berenang dari tempat pertama kali diberi makan di pesisir Brazil kepada Pulau Ascension kecil sekitar 3.000 mil (4.828 km) jauhnya, yang belum pernah mereka kunjungi sejak mereka menetas. Setelah meletakkan telur-telurnya, mereka berenang kembali ke Brazil.

Ikan salmon Chinook bermigrasi lebih jauh daripada ikan salmon yang lainnya, melakukan perjalanan lebih dari 2.000 mil (3.218 km) ke pedalaman untuk bertelur di aliran air tawar yang sama persis seperti yang dilakukan oleh para leluhurnya.

Raja kupu-kupu dikenal dengan migrasi panjangnya yang luar biasa, yang dilakukan dua kali selama dua tahun masa hidupnya. Selama bulan-bulan musim panas, jutaan raja kupu-kupu dapat ditemukan bertebangan dari Kanada dan Amerika ke rumah musim dingin mereka di Meksiko tengah–beberapa kasus memiliki jarak perjalanan lebih dari 2.000 mil (3.218 km)!

Dan sekitar 10 miliar burung bergabung dalam penerbangan migrasi setiap tahunnya. Satu spesies shrike terbang dengan cepat sekali sejauh 3.500 mil (5.632 km) dari Asia tengah ke garis katulistiwa di Afrika. Penerbangan terjauh dilakukan oleh burung merpati homing (dilatih untuk pulang kembali) di tahun 1931 dari Arras, Perancis, ke Saigon, Vietnam. Untuk mendemonstrasikan bahwa burung merpati homing tidak dipimpin oleh petunjuk arah dari bangunan atau pemandangan, burung yang bersemangat ini dibawa ke Perancis di dalam sebuah kurungan yang tertutup di atas kapal. Ketika dilepaskan, burung merpati itu langsung terbang seperti panah sepanjang 7.200 mil (11.587 km) di atas daratan yang tidak dikenal ke rumahnya hanya dalam waktu 24 hari.

Tetapi burung Arctic tern memiliki perjalanan migrasi yang paling jauh dari semua binatang. Mengepakkan sayap setiap tahun dari tempat kelahiran mereka di Arctic Utara ke Antartika dan kembali lagi, burung Arctic tern melakukan perjalanan pergi dan pulang mendekati 25.000 mil (40.233 km)!

Kelihatannya Tuhan telah meletakkan penggerak di dalam tubuh banyak ciptaan-Nya untuk bermigrasi, tetapi hanya ketika Ia telah menetapkan sebuah tempat untuk mereka tuju.

Sama seperti kita, kita ini memiliki satu tempat yang akan kita tuju, yaitu ke dalam kerajaan Surga. Walaupun kita sementara mengembara di dunia, tapi Tuhan akan menuntun kita kembali ke tempat asal kita seharusnya.

Bersyukurlah kepada Tuhan karena “Dengan kasih setia-Mu Engkau menuntun umat yang telah Kautebus; dengan kekuatan-Mu Engkau membimbingnya ke tempat kediaman-Mu yang kudus.” (Keluaran 15:13)

Selamat pagi dan Tuhan memberkati.

Grow

Recent Posts

Perenungan Kisah Para Rasul 13 (Bagian 3) – Jangan Menyia-nyiakan Kesempatan

“Dari Perga mereka melanjutkan perjalanan mereka, lalu tiba di Antiokhia di Pisidia. Pada hari Sabat…

10 hours ago

Perenungan Kisah Para Rasul 13 (Bagian 2) – Jangan Menolak Terang Kebenaran

Setelah diutus, Paulus dan Barnabas mulai memberitakan Injil ke berbagai tempat. Dalam perjalanan itu, mereka…

1 day ago

Perenungan Kisah Para Rasul 13 (Bagian 1) – Dipanggil untuk Pekerjaan Tuhan

Kisah Para Rasul pasal 13 menjadi titik penting dalam perjalanan pekabaran Injil. Di pasal inilah…

2 days ago

Perenungan Kisah Para Rasul 12 (Bagian 3) – Ditinggikan atau Direndahkan?

Setelah peristiwa pembebasan Petrus, kisah beralih kepada Raja Herodes. Ia tampil di hadapan rakyat dengan…

4 days ago

Perenungan Kisah Para Rasul 12 (Bagian 2) – Ketika Tuhan Menjawab di Luar Dugaan

Mari kita lanjutkan Kisah Para Rasul pasal 12, ketika Petrus berada di dalam penjara. Situasinya…

5 days ago

Perenungan Kisah Para Rasul 12 (Bagian 1) – Di Tengah Tekanan, Tetap Berdoa

Mari kita belajar dari Kisah Para Rasul pasal 12, bagian awal yang menceritakan tentang penganiayaan…

6 days ago