Renungan

Mau Tahu Cara Doa yang Benar Bagi Orang Sakit?

Seringkali saat kita diminta berdoa untuk orang sakit, maka kita bingung apa yang harus didoakan, apalagi jika kondisi orang yang sakit itu sudah sangat parah.

Hari ini kita akan sama-sama membaca jawabannya di bawah ini!

Dalam doa bagi orang sakit, wajiblah kita ingat bahwa “kita tidak tahu, bagaimana sebenarnya harus berdoa” (Roma 8:26). Kita tiada mengetahui apakah berkat yang kita minta itu yang terbaik atau tidak. Oleh karena itu doa kita patutlah berbunyi demikian; “Ya Tuhan, Engkau mengetahui setiap rahasia hidup, Engkau mengenal orang ini, Yesus, Jurudamai itu, menyerahkan hidup-Nya bagi mereka itu. Kasih-Nya bagi mereka itu lebih besar daripada kasih kami. Jika ini akan mempermuliakan nama-Mu dan jadi kebaikan bagi si penderita, kami memohon di dalam nama Yesus, agar mereka disembuhkan. Jika bukan kehendak-Mu agar mereka sembuh, kami memohon rahmat-Mu menghiburkan harinya dan hadirat-Mu memberikan kekuatan bagi mereka dalam penderitaannya.” (Counsels for the Church 305.1)

Wah, sebuah doa yang penuh dengan pengharapan dan terasa sekali ketergantungan yang sangat kuat kepada Tuhan.

Sama seperti doa Yesus di dalam Lukas 22:42, “Ya Bapa-Ku, jikalau Engkau mau, ambillah cawan ini dari pada-Ku; tetapi bukanlah kehendak-Ku, melainkan kehendak-Mulah yang terjadi.” Biarlah ini menjadi contoh doa bagi kita semua.

Dari doa ini kita belajar untuk selalu mendoakan yang terbaik bagi orang tersebut, tetapi jangan lupa untuk selalu mengakhiri dengan biarlah kehendak Tuhan yang jadi dan meminta kekuatan bagi mereka yang sakit.

Saat orang sakit secara jasmani, jangan lupa doakan agar mereka tidak sakit secara rohani, tetapi imannya boleh tetap kuat di dalam Tuhan walaupun mungkin secara jasmani sudah sangat lemah.

Kiranya renungan kita pada pagi hari ini boleh membantu kita untuk lebih mengerti lagi bagaimana seharusnya kita berdoa bagi orang yang sakit.

Selamat pagi dan Tuhan memberkati kita semua. Amin.

Grow

Recent Posts

Perenungan Roma 1 (Bagian 3) – Ketika Manusia Menolak Allah

Paulus kemudian membawa kita kepada sebuah kenyataan yang serius. “Sebab murka Allah nyata dari sorga…

23 hours ago

Perenungan Roma 1 (Bagian 2) – Tidak Malu terhadap Injil

Paulus melanjutkan suratnya kepada jemaat di Roma dengan mengungkapkan kerinduannya untuk mengunjungi mereka. Ia berkata,…

2 days ago

Perenungan Roma 1 (Bagian 1) – Siapa Kita?

Paulus membuka suratnya kepada jemaat di Roma dengan memperkenalkan dirinya sebagai “… hamba Kristus Yesus,…

3 days ago

Perenungan Titus 3 (Bagian 7) – Berbuahlah

Pada bagian sebelumnya, kita diingatkan untuk tidak menghabiskan waktu dalam pertengkaran dan perdebatan yang sia-sia.…

4 days ago

Perenungan Titus 3 (Bagian 6) – Perdebatan

“Tetapi hindarilah persoalan yang dicari-cari dan yang bodoh, persoalan silsilah, percekcokan serta pertengkaran tentang hukum…

5 days ago

Perenungan Titus 3 (Bagian 5) – Iman yang Menghasilkan Perbuatan Baik

Paulus menunjukkan hasil yang seharusnya terlihat dari kehidupan yang telah menerima kasih karunia itu, yaitu…

6 days ago