Renungan

Kisah Mohammad Hatta dan Sepatu Bally

Shalom! Selamat Sabat

Bagi rakyat Indonesia, nama Mohammad Hatta bukanlah nama yang asing. Kisah beliau banyak dituliskan di buku-buku pelajaran sejarah anak sekolah, bahkan buku-buku biografi populer juga ada yang berisi tentang beliau, tentang kepemimpinannya, tentang dedikasinya sebagai proklamator Republik Indonesia dan wakil presiden Indonesia kala itu.

Namun, mungkin media tidak banyak membahas salah satu sisi kehidupannya yang sangat sederhana, baik sebelum maupun setelah menjabat sebagai wakil presiden pertama Indonesia. Beberapa tahun setelah beliau menjadi wakil presiden, yaitu tahun 1950-an, di Indonesia ada sebuah merek sepatu bermutu tinggi, Bally, yang sangat disukai beliau. Saat sepatu Bally dan lokasi tokonya muncul di dalam sebuah iklan di koran, ia segera menggunting dan menyimpannya. Saat itu ia tak langsung membelinya karena harganya tidak murah dan belum ada dana yang cukup pada saat itu.

Sayangnya, sampai akhir hayatnya beliau tidak pernah membeli sepatu itu. Bukan karena tidak ada uang, tetapi karena uang yang ada ia gunakan untuk keperluan rumah tangganya dan bahkan untuk membantu kerabat yang membutuhkan pertolongan.

Mohammad Hatta bisa saja berpikir bahwa dirinya seorang yang memiliki jabatan tinggi yang berhak menggunakan uangnya untuk membeli sepatu Bally yang relatif mahal itu. Tetapi prinsip hidup sederhana dan hatinya yang begitu mulia membuatnya memilih menggunakan uang itu untuk orang lain yang lebih membutuhkan. Sebuah teladan penyangkalan diri yang luar biasa dari salah satu tokoh besar bangsa Indonesia!

2 prinsip hidup yang dapat kita pelajari dari kisah ini yang juga telah dituliskan di dalam Alkitab.

1. Kesederhanaan

“Berjaga-jagalah dan waspadalah terhadap segala ketamakan, sebab walaupun seorang berlimpah-limpah hartanya, hidupnya tidaklah tergantung dari pada kekayaannya itu.”

Lukas 12:15

“Lebih baik sedikit barang dengan disertai takut akan TUHAN dari pada banyak harta dengan disertai kecemasan.”

Amsal 15:16

2. Peduli kepada orang lain

“… hendaklah dengan rendah hati yang seorang menganggap yang lain lebih utama dari pada dirinya sendiri; dan janganlah tiap-tiap orang hanya memperhatikan kepentingannya sendiri, tetapi kepentingan orang lain juga.”

Filipi 2:3-4

Kiranya kita yang mengaku pengikut Kristus juga memiliki prinsip hidup yang telah dituliskan di dalam firman-Nya dan hidup kita dapat menjadi saksi Kristus dimanapun kita berada.

Selamat pagi dan Tuhan memberkati.

Grow

Recent Posts

Perenungan Roma 5 (Bagian 16) – Kasih Karunia Membawa kepada Hidup

“Supaya, sama seperti dosa berkuasa dalam alam maut, demikian kasih karunia akan berkuasa oleh kebenaran…

11 hours ago

Perenungan Roma 5 (Bagian 15) – Hukum Taurat dan Kasih Karunia

“Tetapi hukum Taurat ditambahkan, supaya pelanggaran menjadi semakin banyak; dan di mana dosa bertambah banyak,…

1 day ago

Perenungan Roma 5 (Bagian 14) – Ketaatan Membawa Kehidupan

“Jadi sama seperti oleh ketidaktaatan satu orang semua orang telah menjadi orang berdosa, demikian pula…

2 days ago

Perenungan Roma 5 (Bagian 13) – Siapa yang Menguasai Hidup Kita?

“... maka lebih benar lagi mereka, yang telah menerima kelimpahan kasih karunia dan anugerah kebenaran,…

3 days ago

Perenungan Roma 5 (Bagian 12) – Karunia yang Jauh Lebih Besar

Kemarin kita sudah membahas Paulus membandingkan Adam dan Kristus. Melalui Adam, dosa masuk dan membawa…

4 days ago

Perenungan Roma 5 (Bagian 11) – Melalui Satu Orang

“Sebab itu, sama seperti dosa telah masuk ke dalam dunia oleh satu orang, dan oleh…

5 days ago