Renungan

Keuntungan Mandi – Part 5

Setelah kita mempelajari banyak keuntungan mandi. Ada keuntungan terakhir dari mandi yaitu “membantu usus besar, lambung, dan hati, serta memberikan kesehatan dan tenaga kepada masing-masing organ tersebut, dan melancarkan pencernaan.” (Membina Keluarga Sehat 249.2)

Mari kita pelajari fakta bahwa mandi dapat melancarkan pencernaan. Tubuh manusia diciptakan Tuhan dengan berbagai sistem dan hormon. Jika sistem dan hormon kita dalam keadaan normal, maka itu akan membantu tubuh manusia agar dapat tetap sehat dan baik keadaanya.

Jadi, jika seseorang mandi maka tubuh akan menangkap respon. Respon tubuh menjadi rileks, yang mengaktifkan “pemberi pesan” pada tubuh yang disebut dengan sistem neurotransmiter. Neurotransmiter yang diaktifkan pada saat kita mandi yaitu sistem rileks atau inhibisi.

Sistem rileks ini akan membuat tubuh kita merespon berbagai hal karena ada hormon yang keluar diantaranya adalah endorfin (hormon bahagia), dopamin dan juga serotonin.

Mari kita bayangkan, setelah kita mandi (bukan mandi dalam kondisi terburu-buru) pasti tubuh kita menjadi segar, kemudian kita akan lapar, mungkin pada saat mandi kita merasa ingin buang air besar. Mengapa demikian?

Jika tubuh manusia mengaktifkan sistem rileks ini maka seluruh organ pencernaan akan bekerja dengan baik, pada akhirnya lambung bekerja mencerna makanan dengan lebih sempurna, usus bergerak dan menyerap makanan dengan lebih baik sehingga membantu juga membuang sisa hasil metabolisme dari hati dan sisa penyerapan makanan.

Mari kita merenung, semua sistem itu berkaitan sangat rumit, bukan? Tetapi ketika kita menjalaninya, kita melihat itu semua tidak sedemikian rumitnya. Tapi kalian harus ingat bahwa dengan mandi kita mendapat banyak keuntungan.

Lalu bagaimana dengan mandi secara rohani?

Tuhan menasihati kita, “Basuhlah, bersihkanlah dirimu, jauhkanlah perbuatan-perbuatanmu yang jahat dari depan mata-Ku. Berhentilah berbuat jahat, belajarlah berbuat baik; usahakanlah keadilan, kendalikanlah orang kejam; belalah hak anak-anak yatim, perjuangkanlah perkara janda-janda!” (Yesaya 1:16-17)

Jadi, kita juga harus “mandi secara rohani” agar kekotoran dari dosa kita bisa hilang dan digantikan dengan kebersihan dan kemurnian. Percayalah bahwa saat kita mau membersihkan diri kita secara rohani, Tuhan berjanji, “Sekalipun dosamu merah seperti kirmizi, akan menjadi putih seperti salju; sekalipun berwarna merah seperti kain kesumba, akan menjadi putih seperti bulu domba. Jika kamu menurut dan mau mendengar, maka kamu akan memakan hasil baik dari negeri itu.” (Yesaya 1:18-19)

Tuhan menyediakan negeri yang baru yaitu surga, tetapi bagaimana dengan kita, apakah kita masih tidak suka mandi secara rohani? Apakah kita masih menyukai dosa kita? Marilah kita bergumul untuk hal itu.

Selamat Pagi dan Tuhan memberkati.

Grow

Recent Posts

Perenungan Kisah Para Rasul 13 (Bagian 3) – Jangan Menyia-nyiakan Kesempatan

“Dari Perga mereka melanjutkan perjalanan mereka, lalu tiba di Antiokhia di Pisidia. Pada hari Sabat…

13 hours ago

Perenungan Kisah Para Rasul 13 (Bagian 2) – Jangan Menolak Terang Kebenaran

Setelah diutus, Paulus dan Barnabas mulai memberitakan Injil ke berbagai tempat. Dalam perjalanan itu, mereka…

2 days ago

Perenungan Kisah Para Rasul 13 (Bagian 1) – Dipanggil untuk Pekerjaan Tuhan

Kisah Para Rasul pasal 13 menjadi titik penting dalam perjalanan pekabaran Injil. Di pasal inilah…

3 days ago

Perenungan Kisah Para Rasul 12 (Bagian 3) – Ditinggikan atau Direndahkan?

Setelah peristiwa pembebasan Petrus, kisah beralih kepada Raja Herodes. Ia tampil di hadapan rakyat dengan…

5 days ago

Perenungan Kisah Para Rasul 12 (Bagian 2) – Ketika Tuhan Menjawab di Luar Dugaan

Mari kita lanjutkan Kisah Para Rasul pasal 12, ketika Petrus berada di dalam penjara. Situasinya…

6 days ago

Perenungan Kisah Para Rasul 12 (Bagian 1) – Di Tengah Tekanan, Tetap Berdoa

Mari kita belajar dari Kisah Para Rasul pasal 12, bagian awal yang menceritakan tentang penganiayaan…

7 days ago