Renungan

Kesucian Tidak Tergantung pada Situasi dan Kondisi

Banyak dari kita berpikir dan berdalil bahwa:

“Saya hidup di kota,dikelilingi dengan berbagai macam kesibukan, bagaimana mungkin saya bisa membaca Alkitab setiap hari dan berdoa? Kalau saya hidup di desa, saya pasti bisa.”

“Lihat! Bagaimana saya bisa hidup seperti Kristus jika orang-orang sekitar saya hidup seperti Sodom dan Gomora?”

Benarkah demikian saudara-saudariku yang kekasih?

Mari teliti Alkitab kita semua:

“Kata Natanael kepadanya: ‘Mungkinkah sesuatu yang baik datang dari Nazaret?’

Yohanes 1:46

Mengapa Natanael berkata demikian? Karena memang di Nazaret, situasi dan kondisinya tidak baik, banyak orang jahat disana. Sehingga ia bertanya seperti itu. tetapi apa faktanya? YESUS adalah orang Nazaret. 

Apa artinya?

Teladan yang Yesus berikan kepada kita semua mengajarkan bahwa untuk hidup “tak bercacat dan bernoda” tidak bergantung pada tempat (lingkungan kita lahir, hidup,sekolah, kuliah, bekerja), dan juga tidak bergantung pada orang-orang sekitar, maupun pada tingkat sosial kita.

Yesus tidak membiarkan dirinya MELEMAH oleh karena CELAAN, EJEKAN, maupun KESUKARAN yang terjadi. Tapi teladan Yesus adalah doa setiap hari untuk memperoleh hikmat dan berjalan pada jalan yang benar.

Tapi refleksikan diri kita:

Berapa banyak dari kita yang BARU saja berusaha berhenti dari kebiasaan buruk seperti tidak mencontek, tidak merokok, tidak minum-minuman keras, tidak omong kotor, dll… tapi orang-orang sekitar kita malah mencemooh kita?

Saat kita lemah, ingatlah bahwa Yesus bisa hidup “…tak bercela di tengah-tengah angkatan yang bengkok hatinya dan yang sesat ini…” (Filipi 2:15)

Jika kita dibenci, dicela, dicemooh, ingatlah: “Jikalau dunia membenci kamu, ingatlah bahwa ia telah lebih dahulu membenci Aku dari pada kamu.” (Yohanes 15:18)

Oleh karena itu, marilah kita berusaha hidup kudus dan semakin serupa dengan karakter Kristus walaupun kita hidup di dunia yang tidak baik. 

Selamat pagi dan Tuhan memberkati.

Grow

Recent Posts

Perenungan Kisah Para Rasul 28 (Bagian 8) – Injil Tidak Dapat Dipenjarakan

Kitab Kisah Para Rasul ditutup dengan sebuah pemandangan yang sederhana, tetapi penuh makna. Paulus memang…

6 hours ago

Perenungan Kisah Para Rasul 28 (Bagian 7) – Tetap Setia Menyampaikan Kebenaran

Sesampainya di Roma, Paulus tidak membuang waktu. Meskipun masih berstatus sebagai tahanan rumah, ia segera…

1 day ago

Perenungan Kisah Para Rasul 28 (Bagian 6) – Tuhan Tidak Pernah Lupa Janji-Nya

Setelah tinggal selama tiga bulan di Pulau Malta, Paulus dan rombongannya kembali melanjutkan perjalanan menuju…

2 days ago

Perenungan Kisah Para Rasul 28 (Bagian 5) – Jadilah Berkat di Mana Pun Tuhan Menempatkanmu

Selama tiga hari pertama di Pulau Malta, Paulus dan rombongannya diterima dengan ramah oleh Publius,…

3 days ago

Perenungan Kisah Para Rasul 28 (Bagian 4) – Jangan Hidup Berdasarkan Penilaian Manusia

Ketika ular berbisa menggigit tangan Paulus, penduduk Malta segera mengambil kesimpulan. Mereka berkata: "Orang ini…

4 days ago

Perenungan Kisah Para Rasul 28 (Bagian 3) – Jangan Membiarkan Racun Tetap Melekat

Ketika ular berbisa menggigit tangan Paulus, semua orang yang melihatnya langsung menyimpulkan bahwa ia pasti…

5 days ago