Renungan

Kesalehan yang Dangkal (Bagian 2) — Memilih-milih Kebenaran

Kemarin kita sudah belajar bahwa kesalehan bisa dangkal karena kurangnya pengetahuan. Hari ini kita akan membahas alasan berikutnya, yaitu bisa jadi kita memiliki banyak pengetahuan akan kebenaran, tetapi kita tidak menerimanya dengan sepenuh hati. Kita memilih-milih kebenaran yang cocok dengan kedagingan kita saja.

Berapa banyak dari kita mungkin memilih-milih kebenaran yang cocok dan sesuai dengan kita. Jika ada kebenaran yang tidak sesuai dengan selera kita, maka kita akan mencari dalih sebanyak mungkin agar bisa terlihat bahwa firman Tuhan tertentu sudah tidak cocok lagi digunakan.

Contohnya kita memilih-milih kebenaran adalah kita menerima bahwa membunuh itu berdosa, tetapi di waktu yang sama, kita juga tidak menerima bahwa membenci saudara itu berdosa.

Bukankah Alkitab berkata bahwa “Setiap orang yang membenci saudaranya, adalah seorang pembunuh manusia. Dan kamu tahu, bahwa tidak ada seorang pembunuh yang tetap memiliki hidup yang kekal di dalam dirinya.” (1 Yohanes 3:15)

Dan mungkin kita sendiri mungkin menyadari bahwa ada kebenaran di Alkitab yang kita terima, tetapi ada sebagian yang kita tidak mau menerima atau belum mau menerimanya karena kebenaran tersebut adalah kesukaan kita.

Tetapi ingatlah sekali lagi tulisan dari pena inspirasi, “Jangan puas dengan kesalehan yang dangkal, tetapi, orang-orang muda, bertumbuhlah dalam rahmat dan pengetahuan tentang Yesus Kristus.” (Sons and Daughters of God 317.4)

Semoga kita semua bisa semakin bertumbuh dalam Kristus.

Selamat pagi dan Tuhan memberkati kita semua. Amin.

Grow

Recent Posts

Perenungan Titus 1 (Bagian 1) – Janji Allah Tidak Pernah Gagal

“dan berdasarkan pengharapan akan hidup yang kekal yang sebelum permulaan zaman sudah dijanjikan oleh Allah…

15 hours ago

Perenungan Kisah Para Rasul 28 (Bagian 8) – Injil Tidak Dapat Dipenjarakan

Kitab Kisah Para Rasul ditutup dengan sebuah pemandangan yang sederhana, tetapi penuh makna. Paulus memang…

2 days ago

Perenungan Kisah Para Rasul 28 (Bagian 7) – Tetap Setia Menyampaikan Kebenaran

Sesampainya di Roma, Paulus tidak membuang waktu. Meskipun masih berstatus sebagai tahanan rumah, ia segera…

3 days ago

Perenungan Kisah Para Rasul 28 (Bagian 6) – Tuhan Tidak Pernah Lupa Janji-Nya

Setelah tinggal selama tiga bulan di Pulau Malta, Paulus dan rombongannya kembali melanjutkan perjalanan menuju…

4 days ago

Perenungan Kisah Para Rasul 28 (Bagian 5) – Jadilah Berkat di Mana Pun Tuhan Menempatkanmu

Selama tiga hari pertama di Pulau Malta, Paulus dan rombongannya diterima dengan ramah oleh Publius,…

5 days ago

Perenungan Kisah Para Rasul 28 (Bagian 4) – Jangan Hidup Berdasarkan Penilaian Manusia

Ketika ular berbisa menggigit tangan Paulus, penduduk Malta segera mengambil kesimpulan. Mereka berkata: "Orang ini…

6 days ago